HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false

MEMOTIVASI SISWA LEWAT EKSTRAKURIKULER BTQ

Juned, S.Ag
Guru Agama Islam SMP NEGERI 2 KEBASEN



Dewasa ini salah satu tantangan yang tak bisa dipandang sebelah mata ialah masih sedikitnya siswa 

yang mampu baca tulis Al-Qur’an (BTQ). Dalam hal ini kemampuan baca tulis Al-Qur’an jelas ditekankan 

hanya bagi siswa yang beragama islam. Sebagai seorang guru yang mengampu Mata Pelajaran Pendidikan 

Agama Islam, penulis merasa perlu ikut ambil bagian dalam memerangi buta huru hijaiyah tersebut. 

Setidaknya, perlu ada langkah-langkah yang konkret dilakukan, minimal di lingkungan yang terdekat. 

Sekolah tempat penulis mengajar lalu membuka ektrakurikuler Baca Tulis Al-Qur’an. Saat ini, 

setidaknya sudah ada 40 siswa yang mengikuti program tersebut. Diawal mereka memang rata-rata masih 

buta huru hijaiyah. Tapi kini, sudah 70 % diantaranya bisa membaca Al-Qur’an. 

Sejatinya, bukan hanya soal kemampuan membaca Al-Qur’an saja yang dikedepankan dalam 

ekstrakulikuler BTQ tersebut. Siswa pun diajak umtuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam kitab 

suci tersebut. Banyak hal yang bisa didapatkan, termasuk diantaranya untuk menangkal terjadinya tindak 

kenakalan remaja. Kenapa demikian ? ini tak lepas dari kandungan isi dari Al-Qur’an.

Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda : Sebaik-baik kamu adalah yang mau belajar membaca 

Al-Qur’an dan mengajarkannya (HR. Bukhori), (Salim Bahreisy, 1986: 123). Membaca Al-Qur’an bagi 

umat islam merupakan ibadah kepada allah SWT. Oleh karena itu keterampilan membaca Al-Qur’an perlu 

diberikan kepada anak sejak dini mungkin, sehingga nantinya diharapakan setelah dewasa dapat membaca, 

memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Namun, pemberian pelajaran Al-Qur’an sebaiknya di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. 

Dimana yang paling dominan dan waktunya banyak adalah di dalam keluarga. Oleh karena itu yang paling 

menentukan berhasil / tidaknya anak dapat membaca Al-Qur’an adalah pendidikan informal ditengah 

keluarga. Program ekstrakurikuler ini sebagai alat untuk melecut dan memotivasi siswa. 

Keutamaan membaca Al-Qur’an 

Sungguh banyak sekali keutamaan-keutamaan bagi mereka yang mau membaca Al-Qur’an. Terlebih 

lagi bagi mereka yang mau mengamalkan kandungan isinya. Dalam ekstrakulikuler BTQ, siswa juga diajak 

untuk mengembangkan kemampuan bertilawah dan juga mengamalkan ajaran-ajaran yang ada di dalamnya. 

Dalam sebuah hadist, Rasulullah menerangkan bagaimana besar-nya rahmat Allah terdapat orang-

orang yang membaca Al-Qur’an: “Kepada kaum yang suka berjamaah di rumah-rumah peribadatan,

membaca Al-Qur’an secara bergiliran dan ajar-mengajarkannya terhadap sesamanya, akan turunlah 

kepadanya ketenangan dan ketentraman, akan terlimpahkan kepadanya rahmat dan mereka akan dijaga oleh 

malaikat, juga Allah akan selalu mengingatkannya” diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah.

Al-Qur’an sebagai kitab suci, wahyu ilahi, mempunyai adab-adab tersendiri bagi orang-orang yang 

membacanya. Adab-adab itu sudah diatur dengan sangat baik, untuk penghormatan dan keagungan Al-

Qur’an, tiap-tiap orang harus berpedoman kepadanya dalam mengerjakannya. 


Diantara adab-adab membaca al-Qur’an yang terpenting ialah :

1. Disunatkan membaca Al-Qur’an sesudah berwudhu, dalam keadaan bersih, sebab yang dibaca adalah 

wahyu Allah. Kemudian mengambil Al-Qur’an hendaknya dengan tangan kanan, sebaiknya 

memegangnya dengan kedua belah tangan 

2. Disunatkah membaca Al-Qur’an di tempat yang bersih seperti : di rumah, disurau, di mushallah dan di 

tempat-tempatlain yang dianggap bersih. Tapi yang paling utama ialah dimasjid

3. Disunatkan membaca Al-Qur’an menghadap qiblat, membacanya dengan khusyu dan tenang, sebaiknya 

dengan berpakaian yang pantas.

4. Ketika membaca Al-Qur’an mulut hendaknya bersih, tidak berisi makanan, sebaiknya sebelum 

membaca Al-Qur’an mulut dan gigi dibersihkan lebih dahulu

5. Sebelum membaca Al-Qur’an disunatkan membaca ta’awwudz, yang berbunyi : a’udzubillahi minasy

syaithanirrajim. Sesudah itu barulah dibaca Bismillahirahmanir Rahim. Maksudnya, diminta lebih 

dahuluperlindungan Allah supaya terjauh dari pengaruh tipu daya syaitan, sehingga hati dan fikiran tetap 

tenang di waktu membaca Al-Qur’an, terjauh dari gangguan-gangguan 

6. Disunatkan membaca Al-Qur’an dengan tartil, yaitu dengan bacaan yang pelan-pelan dan tenang

7. Bagi orang yang sudah mengerti arti dan maksud ayat-ayat Al-Qur’an, disunatkan membacanya dengan 

penuh perhatian dan pemikiran tentang ayat-ayat yang dibacanya itu dan maksudnya

8. Dalam membaca Al-Qur’an itu, hendaknya benar-benar diresapkan arti dan maksudnya

9. Disunatkan membaca Al-Qur’an dengan suara yang bagus lagi merdu untuk menambah keindahan 

uslubnya Al-Qur’an

10.Sedapat-dapatnyamembaca Al-Qur’an janganlah diputuskan hanya karena hendak berbicara dengan 

orang lain. Hendaknya pembacaan diteruskan samapai ke batas yang telah ditentukan, barulah disudahi. 

Juga dilarang tertawa-tawa, bermain-main dan lain-lain yang semacam itu, ketika sedang membaca Al-

Qur’an. Sebab pekerjaan yang seperti itu tidak layak dilakukan sewaktu membaca kitab suci dan berarti 

tidak menghormati kesuciannya

Adab membaca Al-Qur’an itu juga mendapatperhatian dalam kegiatan ekstrakulikuler BTQ. Guru 

mengawasi dan mengajak siswa untuk membiasakan diri mengikuti adab-adab tersebut. Buat kajian hasil penelitian

Kemampuan membaca Al-Qur’an dapat meningkat apabila ada kemauan untuk belajar efektif dan 

kreatif disamping adanya guru yang mampu membimbingnya. Supaya transformasi pengetahuan dapat 

sampai kepada pikiran siswa memerlukan pehatian penting yaitu : adanya kemampuan pengajar, adanya kesiapan siswa.**



Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *