HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false

Sinergikan Kebudayaan Masyarakat Lokal dan Alam, Pemkot Cimahi Bangun Destinasi Wisata Ekowisata Cimenteng

Plt. Wali kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana : “Peletakan batu pertama pembangunan sebuah proyek perlu kita maknai sebagai peletakan “fondasi berfikir” dan “landasan Pijak” untuk memulai Langkah-langkah besar dan merealisasikan gagasan-gagasan brilian demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat."


KABAR SATU Nusantara (K1N)


Cimahi-K1N || Di tengah tingginya tingkat kerusakan lingkungan karena aktivitas manusia, termasuk aktivitas pariwisata, konsep ekowisata menawarkan solusi untuk pengembangan sektor wisata yang beretika lingkungan. Ekowisata atau ekoturisme merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.


Ide dan pemikiran membangun ekowisata di Kota Cimahi bukan lah hal yang baru. Rencana pembangunan ekowisata Cimenteng dimulai pada tahun 2019 dengan dokumen Detail Engineering Design (DED) yang dibuat oleh DISPARBUD Provinsi Jawa Barat, namun karena adanya beberapa kendala pekerjaan fisik terhambat dan akhirnya bisa direncanakan kembali pada tahun 2021.


Terlambatnya pembangunan fisik dari rencana tahun 2019 ke 2021 mengharuskan perubahan review DED baik dari segi penganggaran maupun desain konstruksi, oleh karena hal tersebut sehingga berpengaruh terhadap jadwal pelaksanaan pembangunan yang bergeser pada akhir tahun. 


Peletakan Batu Pertama Pembangunan Destinasi wisata Cimenteng diselenggarakan Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) pada hari Senin (29/11/2021) di lokasi Ekowisata Cimenteng RW 12, Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara. Adapun pagu pembangunan tersebut senilai 3,1 miliar dengan lama pengerjaan selama 45 hari sampai dengan tanggal 30 Desember 2021. 


Dalam sambutannya Plt. Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana menyebutkan bahwa peletakan batu pertama memiliki makna filosofis yang dalam, “Peletakan batu pertama pembangunan sebuah proyek perlu kita maknai sebagai peletakan “fondasi berfikir” dan “landasan Pijak” untuk memulai Langkah-langkah besar dan merealisasikan gagasan-gagasan brilian demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya. 

“Kegiatan ekowisata merupakan bagian dari industri pariwisata yang secara langsung memberi akses kepada semua orang untuk melihat, mengetahui, serta menikmati pengalaman alam, intelektual dan budaya masyarakat lokal,” ungkap Ngatiyana. 


Ia pun menyebutkan bahwa dalam pengelolaannya, Ekowisata Cimenteng akan memegang prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang berkontribusi terhadap kegiatan konservasi alam dan budaya dengan melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaannya.

Ngatiyana menyebutkan bahwa tujuan dibangunnya destinasi wisata Cimenteng adalah untuk melestarikan budaya, untuk kepentingan masyarakat, khususnya untuk mengundang wisatawan baik dalam dan luar kota Cimahi, “Mudah-mudahan dengan dibukanya Ekowisata Cimenteng ini dapat mengembangkan usaha khususnya bidang jasa dan perdagangan yang mendukung industri pariwisata itu sendiri. Hal ini juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. UMKM dapat turut memasarkan produknya disini,” lanjut Ngatiyana. 

Ngatiyana berharap dengan dibukanya Ekowisata Cimenteng ini dapat mengembangkan usaha khususnya bidang jasa dan perdagangan yang mendukung industri pariwisata itu sendiri.


Senada dengan pernyataan Plt. Wali Kota Cimahi, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Budi Raharja, menyatakan bahwa pembangunan destinasi wisata Ekowisata Cimenteng ini dilakukan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang didanai dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat tahun 2021, “Hal ini sebagai stimulan agar masing-masing daerah mampu mengembangkan pariwisatanya khsususnya pada prioritas pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi,” ungkapnya.


Ia mengungkapkan bahwa dari sisi konseptual Ekowisata Cimenteng merupakan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan, yakni alam dan budaya, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah lokal.

Konsep ekowisata melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan dan pengelolaannya. “Pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata memainkan peranan penting untuk mewujudkan masyarakat yang sadar wisata,” ujar Ngatiyana.


Ngatiyana juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Daerah Kota Cimahi untuk terus berupaya melakukan pembinaan sekaligus memperkenalkan dan memperkuat “branding” melalui pengembangan obyek wisata di Kota Cimahi, “Dengan branding atau citra yang kuat, tentu keberadaan destinasi wisata di Kota Cimahi akan semakin dikenal masyarakat dan wisatawan,” tukasnya.

Ia pun berharap melalui pembangunan Ekowisata Cimenteng, pariwisata Kota Cimahi bisa lebih dikenal dan semakin banyak wisatawan berkunjung ke obyek-obyek wisata yang ada,” pungkas Ngatiyana. 


Reporter : Tedy Yana Setiawan

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *