HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false

Nanang Warga Kebumen, Pemilik Penangkaran Burung Berpenghasilan Ratusan Juta Perbulan

Nanang Pemilik penangkaran burung murai ekor panjang dan M. Sobari

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Kebumen-K1N || Bisnis merupakan usaha seseorang untuk dijalankan guna berharap sebuah keuntungan dari usaha bisnis yang dilakukan.


Tak sedikit dalam usaha bisnis mereka mengalami kegagalan, sehingga untung yang diharap tak ubahnya pil pahit yang mesti ditelan ketika bisnis usaha mengalami kebangkrutan.


Namun tak sedikit pula bisnis yang dijalankan seseorang memperoleh nasib mujur hingga membuahkan hasil dapat meraup untung luar biasa.


Nasib baik dunia bisnis dialami Nanang warga dusun Kemangunan Rt. 04/Rw. 09, Kelurahan Taman Winangun-Kebumen. 


Berawal coba-coba  bisnis usaha penangkaran burung, ia telah memetik hasil dari usaha yang dijalankan hingga ratusan juta rupiah perbulan.


Tak tanggung-tanggung, modal yang dikeluarkan ketika awal usaha pun mencengangkan, untuk usaha penangkaran burung, Induk yang harus dibeli terbilang mahal hingga memerlukan rogohan kocek yang sangat dalam.


Ketika ditemui dilokasi tempat penangkaran Kamis (27/01/2022), Nanang, Pemilik usaha menyebutkan bahwa, awalnya ia menangkar burung yang dikelola sebanyak 21 pasang dengan harga berkisar Rp. 20 juta rupiah per/pasang.


"Awal dimulainya usaha ini, kita coba-coba, namun setelah ditekuni ternyata hasilnya luar biasa," ucap Nanang.


Usaha ini bentuknya penangkaran burung murai yang sedang booming dari segi harga penjualan yakni murai batu ekor panjang," ujar Nanang.


Dari proses penangkaran Nanang mendapat hasil penjualan anak yang dihasilkan dari induk yang ditangkar.


"Untuk anak burung yang saya jual berumur 8 hari tergantung permintaan, kemudian umur 2 sampai 3 bulan, dan kebanyakan peminat atau pembeli memilih umur 8 hari," jelasnya.


Untuk perbedaan terkait harga, umur 8 hari lebih murah dibanding harga anak burung yang berumur 2 hingga 3 bulan.


Lalu mengapa umur 2 sampai 3 bulan harganya mahal, Nanang kembali menjelaskan bahwa, penjualan mandiri lebih mahal karena resiko kematian ada di pemilik penangkaran.


Sejauh ini peminat atau pembeli berasal dari Jakarta, Solo, Jawa Timur, Ciamis, Garut untuk wilayah Kebumen sendiri, Nanang mengatakan hampir merata.


Harga jual abangan (umur 8 hari) berkisar Rp. 3 juta rupiah hingga Rp. 15 juta rupiah per/ekor tergantung dari induknya.


Usaha penangkaran murai ekor panjang baru dijalani selama 3 tahun, sebelumnya Nanang bermain lokal atau standard selama 1 tahun. Tingkat kesulitan berada pada kondisi cuaca yang kadang tidak menentu seperti halnya ketika musim saat ini, karena panas burung yang tadinya aktif untuk produksi mengalami hambatan, kemudian akibat cuaca panas burung yang belum waktunya mabung, jadi mabung, anakan kurang maksimal. 


Untuk hasil panen, proses burung normal per/satu bulan dapat di panen, tepatnya per 28 hari per/satu bulannya.


Sejauh ini pembeli kebanyakan mengambil anakan yang berumur 8 hari, terkecuali pembeli luar kota yang memilih umur 2 atau 3 bulan.


Nanang mengungkapkan bahwa, saat ini burung yang ia tangkar memiliki panjang ekor 32 X 21 Cm, dan terpendek yakni 25 X 16 Cm, sementara harga jual termahal hingga mencapai ratusan juta yakni burung yang memiliki ekor panjang sekitar 32 X 21 Cm. 


Bagi pecinta burung ketika ingin beralih bisnis ternak atau penangkaran murai ekor panjang, Nanang berpesan, kuncinya sabar dan berani, pasalnya harga burung tersebut tak main-main, makanya jangan dibikin main-main, untuk pengeluaran Nanang mengaku bisa menghabiskan pakan Rp. 5 juta rupiah per/bulannya, belum membayar beberapa karyawan yang dipekerjakan di penangkaran tempat miliknya, selama 3 tahun ia mengelola, Nanang  mengaku sudah menjual ratusan ekor anak burung, dari omset tersebut sudah menghasilan ratusan juta rupiah bahkan milyaran rupiah, kini Nanang memiliki indukan burung sebanyak 30 pasang dari target 50 pasang indukan yang akan direncanakan.


Sementara itu M. Sobari, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, awalnya ia melihat usaha penangkaran burung yang dilakukan Nanang, melihat usaha tersebut mempunyai harapan besar akhirnya Bari mengikuti jejak hingga ia ikut usaha di bidang penangkaran burung.


Bari mengaku, selama ikut bisnis penangkaran ia belum pernah menjual hasilnya, Bari berusaha untuk memperbanyak indukan dengan cara, ketika induk bertelor dan menetaskan anak, anak tersebut dibesarkan hingga menjadi indukan, dan begitu seterusnya.


Selain bisnis penangkaran, Bari pun mempunyai bisnis usaha lain, Kiat sukses yang di lakukan Bari yakni melihat dulu usahanya, ketika ada potensi barulah ia terjun untuk menjalankan bisnis tersebut.


Tak hanya itu saja, dalam menjalankan bisnis Bari berpedoman kepada mitra Kesepuluh, itu artinya setiap hasil yang diperoleh dari usaha 10 persen dikeluarkan untuk sedekah. 


"Apapun usahanya saya berprinsip Mitra Sepuluh saya jalankan, Insya Alloh usaha itu akan berhasil, Mitra Sepuluh itu bukan teman atau rekanan, tetapi langsung kepada Alloh SWT, Kita mendapat rizqi dari Alloh dan kita kembalikan lagi 10 persen untuk dibelanjakan di jalan Alloh, itulah yang menjadikan usaha kita maju dan mendapat keberkahan dari Alloh SWT tentunya," ujar Bari. 

Nang Bird Farm Kebumen

Salah satu burung murai ekor panjang di tempat penangkaran milik Nanang


Rupanya, bisnis usaha penangkaran murai ekor panjang, tak hanya dijalani masyarakat biasa, Aipda Ari Kusmantono, anggota Kepolisian Polres Kebumen, menjalankan usaha bisnis yang sama, ditemui di tempat penangkaran, Selaku Kanit II Intelkam Polres Kebumen menyampaikan bahwa, ia datang ke tempat penangkaran milik Nanang dalam rangka sharing.


"Karena waktu luang saya datang melakukan sharing, untuk hal yang bermanfaat," ujarnya.


Dengan tujuan ini semoga bisa menjadi kemandirian kita nanti baik di rumah maupun kesibukan di sela-sela tugas, jadi intinya ada kesibukan yang positif.


Kebetulan dari kecil saya pecinta burung, yang namanya hoby tidak terlepas dan hoby ini memang dimulai dari kecil," jelasnya.


Berawal dari hoby saya kembangkan, dan di rumah saat ini ada 10 kandang penangkaran dari berbagai jenis burung, baik gantangan maupun murai ekor panjang, dan Alkhmdulilah sekarang ada yang sedang proses penetasan 5 telor, semoga berkah," harapnya. 


Tujuan kita menjalankan usaha penangkaran burung, sebagai income penghasilan tambahan, jadi pola pikir kita, kita bukan saja hanya berdinas, di sisi lain kita bermasyarakat dan memberi contoh untuk mengedukasi kepada masyarakat dalam usaha produktif sehingga nantinya bisa membuahkan hasil yang halal dan barokah," tandas Ari Kusmantono. 


 Reporter : Tunjang.D

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *