HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false

Marak, Penipuan Catut Nama Wakil Walikota Malang

KABAR SATU Nusantara (K1N)
 

 Malang-K1N ||  Upaya penipuan dengan mencatut nama Wakil Walikota Malang, Sofyan Edy Jarwoko terbongkar, setelah pelaku hendak melancarkan kembali aksinya.

Calon korban berikutnya adalah Pujiati, warga Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen Kabupaten Malang.

Ibu rumahtangga ini nyaris tertipu melalui WhatsApp.

Pujiati menjelaskan, modus yang dilakukan penipu yaitu menawarkan pinjaman sejumlah uang melalui online atau populer disebut pinjaman online (pinjol).

Menurutnya, pelaku mempunyai dua handphone dengan nomor berbeda.

"Yang satu mengaku sebagai Wakil Walikota Malang. Yang satunya mengaku sebagai pejabat pemerintah Pusat," kata Pujiati, Rabu (16/2/2022).

Selanjutnya, pelaku dengan gaya bicara meyakinkan menjelaskan bahwa ia bekerja pada lembaga independen yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang mengatur, mengawasi, memeriksa, dan melakukan penyidikan melekat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagi pemohon kredit, katanya, agar mengajukan ke Kementerian Koperasi dan UKM RI di Jalan HR Rasuna Said Kav 3-4 Kuningan, Jakarta Selatan.

Kemudian dengan kemahiran bicara, pelaku menawarkan plafon pinjaman mulai Rp 5.000.000 hingga Rp 200.000.000, dengan persyaratan mengajukan permohonan dilampiri foto copy KTP, foto selfie KTP, foto copy KK, foto usaha, NPWP/SIUP, dan nomor rekening.

"Bagi pemohon yang dikabulkan, hanya berkewajiban mengembalikan 50 persen atau separuh dari pinjaman. Karena, 50 persen adalah subsidi dari pemerintah atau dibantu pemerintah," kata Pujiati menirukan petunjuk si penipu.

Namun, kemahiran dalam mengatur rancangan aksi yang bermodalkan dusta (modus) tercium pada saat memaparkan kewajiban terhadap pemohon untuk membayar uang administrasi.

"Lama-lama saya merasa ada yang aneh," ucap Pujiati. Pihaknya diminta membayar administrasi sebesar Rp 1 juta terlebih dahulu, padahal pinjaman yang saya ajukan belum dicairkan.




"Hal ini sudah saya adukan kepada Wakil Walikota Malang melalui ajudan pribadinya," tandas Pujiati.

Terpisah, ajudan Wakil Walikota Malang, Pandu menjelaskan, terkait laporan Pujiati bukan merupakan laporan masyarakat yang pertama kali.

"Sebelumnya sekitar satu minggu yang lalu, ada laporan juga tentang kejadian yang sama. Dan hal ini sudah kami teruskan ke Dinas Kominfo," ucap Pandu.

Persoalan tersebut, kata Pandu, saat ini sudah ditangani oleh tim sandi Diskominfo dan tim siber Polresta Malang Kota.

Pandu meminta kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika menerima informasi yang berkait dengan Wakil Walikota Malang, Sofyan Edy Jarwoko untuk secara langsung dikroscek kepada yang bersangkutan.

"Masyarakat tidak boleh langsung memercayai. Apalagi terkait hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," tegas Pandu.

Pihaknya menekankan bahwa orang yang telah menghubungi dan menawarkan pinjaman seperti yang dialami Pujiati, itu bukan atas nama Wakil Walikota Malang dan/atau pak Sofyan Edi Jarwoko. 'Itu adalah oknum yang mencari keuntungan sendiri," ujar Pandu.

Reporter : Zaenal Arifin.


Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *