HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false

Pastikan Tak Ada Permainan, Bareskrim Selidiki Lokasi Karantina PPLN,

 
Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, Penyelidikan dengan cara terjun langsung ke lokasi untuk pastikan tak ada permainan Karantina di PPLN


KABAR SATU Nusantara (K1N)


Jakarta-K1N || Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melakukan penyelidikan di lokasi karantina para WNA dan WNI yang menjadi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). 


Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, proses penyelidikan dengan cara terjun langsung ke lokasi yang bertujuan untuk mencegah dan memastikan tidak adanya permainan karantina terhadap PPLN. 


"Tim Dittipideksus Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dilokasi hotel repatriasi total 12 hotel dengan hasil keseluruhan 300 WNI dan 417 WNA," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (04/02/2022).


Dedi menekankan, apabila dalam penyelidikan ditemukan peristiwa pidana, maka pihaknya tidak segan dan ragu untuk meningkatkan ke tahap penyidikan. 


Hal itu untuk menjerat para tersangka atau pelaku tindak pidana, apabila sudah adanya bukti permulaan yang cukup.


"Prinsipnya sesuai perintah Kapolri akan menindak tegas siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran hukum pada proses kekarantianaan dari hulu sampai hilir.


Sebagaimana diatur dalam SE Satgas Covid-19 Nomor: 04 Tahun 2022 Tentang Protokol Kesehatan, Perjalanan Luar Negeri pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)," ujar Dedi.


Menurut Dedi, dari hasil koordinasi dan interview sementara, sejauh ini secara umum pelaksanaan karantina berjalan sesuai ketentuan. 


"Beberapa pihak penyelenggara karantina akan diundang untuk klarifikasi lebih mendalam," ucap Dedi.


Disisi lain, kata Dedi, tim Dittipideksus Bareskrim Polri juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) terkait data manifest penumpang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, baik WNA maupun WNI dan PHRI.


Kemudian, Bareskrim Polri akan meminta data subyek yang melaksananakan karantina dimasing-masing lokasi karantina, seperti jumlah, identitas, dan nomor telepon.


"Melakukan tracing melalui checkpost subyek yang melaksanakan karantina," tutup Dedi.


Reporter : Tunjang.D/Hms

Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *