HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false

Rapat Pembentukan Kelompok LMDH Berlangsung Alot

KABAR SATU Nusantara (K1N)
 

 Malang-K1N ||  Pertemuan kedua belah pihak yaitu LMDH baru dan LMDH lama di Kantor Perhutani BKPH Sumberpucung, Rabu (23/2/2022) berlangsung hangat.

Rapat yang dipimpin Asisten Perhutani, Edy Purnomo itu dihadiri sekitar 20 orang dari pihak LMDH lama maupun LMDH baru.

Rapat sempat panas ketika Asper menyebut ada dua pendirian LMDH Sapu Jagat yang baru dan lama. Sementara LMDH Sapu Jagat yang lama sudah menjadi mitra kerja yang dengan pihak Perhutani dan kinerjanya cukup baik dalam pengelolaan kawasan hutan.

Sementara untuk LMDH Sapu Jagat yang baru juga bertekad menjalin kemitraan dengan pihak Perhutani sebagai pengelola kawasan hutan.

Tetapi, adanya dua pendirian LMDH dengan nama yang sama di tempat yang sama, dibantah Yandi SH, warga Dukuh Sidodadi, Desa Arjosari. Sebab, hal itu dianggap bisa menjadi kalimat yang provokatif, berpotensi menimbulkan persepsi yang bisa tidak nyaman.

Menurut Yandi, penyebutan yang tepat dan benar adalah pergantian struktur kepengurusan lama dengan struktur kepengurusan yang baru.

"Kalau soal LMDH Sapu Jaga itu tetap satu," tegas Yandi.

Sementara, Suparlan menuding bahwa Asper telah mempersulit proses kemitraan pengurus baru yang nyata telah memiliki legalitas dari kepala desa setempat.

"Sampai berbulan-bulan lamanya tak kunjung ada jawaban yang pasti dari pihak Perhutani melalui Asper. Padahal permohonan terlampir sudah diserahterimakan," jelas Yandi.

Asper menjelaskan, sedari awal sampai sekarang tidak ada sedikit pun niat untuk mengulur-ulur waktu, apalagi mempersulit proses ini.

"Mungkin saya tidak perlu menjelaskan, karena pada saat itu saya dalam kondisi sakit dan disusul musibah paman meninggal dunia. Saya masuk kerja hanya beberapa hari ini, dan saya sudah mengundang kalian semua untuk koordinasi bersama guna mencari jalan keluar terbaik," jelas Edy Purnomo.

Ia berharap, dalam forum ini, kita besama saling sumbangsih atau urun rembug yang bisa memberi semangat dalam berlembaga ke depan sebagai mitra kerja Perhutani yang familiar dan arif bijaksana.

Edy menandaskan, persoalan yang perlu dietahui bersama, menurut pengakuan Mantri Singkil, Dhori ia tidak diundang dalam pembentukan kepanitiaan, hanya diundang dalam pengukuhan kepengurusan yang sudah terbentuk.

Padahal, lanjutnya, unsur tim panitia harus ada dari pihak petugas pihak Perhutani. Begitu pula dengan struktur pengurus, setelah terpilih ketua.

Selanjutnya, ketua berkoordinasi dengan masyarakat Pesanggem dengan mufakat, dan bisa menunjuk langsung.

Yang lebih penting yaitu lagi yaitu bisa dipilih ketua LMDH bukan dari unsur pejabat TNI, Polri, Pemerintah Desa, dan guru. 

 





"Jika mengacu pada peraturan kulin KK, ini yang perlu dikoreksi," ungkap Edy.

Statement Edy pun disambut usulan dari warga Pesanggem Mantok, di mana agar diadakan pemilihan ulang.

Yandi menjelaskan, persentase suara terbanyak menjadi barometer yang layak dijadikan pentimbangan diadakan pemilihan ulang atau tidak.

Sebab, Mantok bersuara sendirian di tengah puluhan yang hadir di forum. Namun, Yandi dengan bijaknya memberikan dua usulan. Pertama, dalam struktur pengurus diserahkan kepada ketua dan mengangkat wakilnya. Kedua, pilihan ulang untuk menetapkan salah satu dari dua pilihan tersebut dan harus melalui voting. Dan hasilnya diserahkan kepada Asper untuk diproses sampai ada legalitas kemitraannya.

Asper menanggapi dengan baik dan setuju untuk voting. Karena voting bijaksana untuk menentukan langkah.

Pembentukan LMDH Sapu Jagat baru harus memberi ruang pada Pesanggem dan LMDH lama untuk menyampaikan aspirasinya.

Voting dilakukan dengan batasan waktu dua hari ke depan, yakni Sabtu, 26 Februari 2022.

"Hasilnya kami tunggu dan akan segera diambil keputusan akhir berdasarkan hasil voting tersebut," ujar Edy.

Selanjutnya, Edy Purnomo memerintahkan Mantri RKPH Singkil untuk berkoordinasi dengan Imam Mahmudi, kepala desa setempat.

Reportee : Zaenal Arifin

Editor: Ep Yuniarto


Previous
« Prev Post
Show comments
Hide comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *