HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false
thumbnail

By On 2/04/2022 03:41:00 PM

KABAR SATU Nusantara (K1N)



Kebumen-K1N || Polres Kebumen Kasus pencurian 18 unit handphone berhasil diungkap jajaran Unit Reskrim Polsek Karanganyar Polres Kebumen. 


Pria 51 tahun inisial SP, warga Desa Banjarwinangun, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian yang terjadi pada hari Minggu, tanggal 2 Januari 2022, sekitar pukul 02.00 WIB, di rumah milik korban inisial ST warga Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar, Kebumen. 


Diungkapkan Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Wakapolres Kompol Edi Wibowo saat konferensi pers, tersangka masuk ke rumah ST dengan cara merusak pintu dapur.


"Tersangka masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang dengan cara mendobrak. Setelah berhasil masuk, tersangka mengambil 18 handphone yang berada dalam kamar rumah korban," jelas Kompol Edi Wibowo didampingi Kapolsek Karanganyar IPTU Jakaria, Jumat (4/2).


Saat kejadian, pemilik rumah sedang tertidur pulas, sehingga tersangka bisa lelulasa menggasak habis handphone yang merupakan dagangannya. 


Akibatnya korban mengalami kerugian kurang lebih sebanyak Rp33.530.000,-.



Setelah melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan, dan mendapatkan informasi keberadaan pelaku, Tim Unit Reskrim Polsek Karanganyar mengamankan tersangka pada hari Senin, tanggal 03 Januari 2022, di Desa Dorowati, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. 


Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 13 unit handphone android berbagai merk, uang tunai 150 ribu Rupiah sisa hasil penjualan handphone, dan dua tas yang digunakan untuk membawa handphone. 


"Sebagian handphone yang telah dicuri oleh tersangka telah dijual ke sejumlah orang. Sebagian uang telah digunakan tersangka untuk kepentingan sehari-hari," kata Wakapolres. 


Kini tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-3e, 5e, KUH Pidana tentang pencurian, dengan ancaman penjara selama-lamanya tujuh tahun penjara.


Sumber : Humas Polres Kebumen


Reporter : kusmiadi

thumbnail

By On 2/03/2022 11:07:00 AM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Kebumen-K1N || Dalam rangka memantau perkembangan situasi dan kondisi wilayah terjadinya Bencal  Tanah longsor di Desa Wonodadi  tepatnya Di Rmh Bpk Karman Dkh Karangwuni Rt.03/03 Desa Wonodadi Kec Buayan   yang terjadi  Selasa (01/02/22) Sekira Pkl.22.30 Wib.


Mendengar kabar tersebut  Babinsa Koramil 20/Buayan Serma Sujito berkoordinasi dengan polsek dan muspika kec Buayan meluncur ke TKP Rabu (02/02/2022)


Babinsa Koramil 20/Buayan Serma Sujito bersama Muspika didampingi Perangkat desa setempat memaksimalkan peran Komunikasi Sosialnya dengan sejumlah warga dan relawan di wilayah binaannya  dan memberi himbauan kewarga  masyarakat sekitar untuk tetap tenang dan bilamana perlu segera mengungsi ke tempat yang lebih aman terutama pemukim yang terdampak yang kebetulan di bawah tebing tersebut.



“Kegiatan komunikasi sosial (Komsos) ini bertujuan guna menggali informasi  kondisi warga terdampak Bencal dan warga sekitar bencal,  saat ini sedang terkena musibah bencana alam, Selain itu, melalui Komsos dan pemantauan  diharapkan akan bisa meningkatkan rasa aman dan nyaman.


Danramil 20/Buayan Kapten Cba Achmad Taufiq Noor, mengapresiasi pemantauan yang dilakukan babinsa koramil 20/Buayan  Serma Sujito, komunikasi dengan warga dapat terjalin dengan baik. Sehingga nantinya dapat  informasi yang terjadi dapat terdeteksi secara dini dan lapor cepat dan temu cepat dan  tentukan langkah guna mengetahui  Warga juga mengakui, langkah tersebut telah mampu menciptakan ruang silaturahmi yang harmonis sehingga suasana yang nyaman di desa binaannya.


Sumber   : (Pendim )

Reporter :  Kusmiadi

thumbnail

By On 2/02/2022 12:28:00 PM

 
KABAR SATU Nusantara (K1N)


Kebumen – K1N  || Hari ini menjadi moment membahagiakan bagi dua personel Polres Kebumen karena dinaikan pangkatnya setingkat lebih tinggi dari Aiptu ke Ipda, Rabu 2/2/2022


Dua personel tersebut yakni Ipda Sudaryana, PS Kasium Polsek Karanganyar dan Ipda Tupar PS Ka SPKT Polsek Buayan.


Kenaikan pangkat pengabdian berdasarkan Surat Keputusan Kapolri yang diterbitkan tanggal 23 Juni 2021.


Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama pemimpin langsung jalannya Upacara Corp Raport Kenaikan Pangkat di Gedung Tribrata Polres Kebumen.


“Kami ucapkan selamat kepada para personel yang telah naik pangkat pada hari ini. Semoga semakin sukses dan lebih semangat lagi dalam bertugas melayani masyarakat,” ujar AKBP Piter Yanottama dalam amanatnya.


Kenaikan pangkat pengabdian hanya bisa diraih personel jika tidak pernah melakukan pelanggaran sejak pertama berdinas di kepolisian. 



Pangkat pengabdian disandang personel Polri tiga bulan menjelang masa purna tugas.


Kenaikan pangkat salah satu yang paling ditunggu oleh setiap personel Polri, karena akan diikuti kenaikan gaji yang diperoleh pada setiap bulannya.


Namun ada tanggung jawab lebih juga, kepada setiap orang menyandang pangkat baru yang lebih tinggi.Kenaikan pangkat harus diikuti peningkatan kinerja juga.


Reporter : Khaidir /Humas

thumbnail

By On 2/01/2022 01:34:00 PM

 
KABAR SATU Nusantara (K1N)


Kebumen-K1N || Setiap daerah memiliki cerita serta riwayat maupun silsilah sendiri-sendiri.


Begitu juga dengan petilasan kesepuhan Gunung Pencu Watubarut yang terletak di Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen, keberadaanya sekitar 2 km sebelah utara dari kota Kebumen.


Hal ini menarik perhatian awak media Kabar Satu Nusantara untuk datang langsung ke lokasi pada,Senin 31/01/2022.


Tim awak media disambut dengan gembira oleh Misran 50 tahun yang berprofesi sebagai imam masjid Baitul Rohman desa setempat.


Dalam obrolan panjang, ia mengaku pernah ditemui oleh Syekh Abdul Jalal yang bersemayam di Gunung Pencu, menjelaskan  kepada awak media kabar Satu Nusantara "Pada saat Saya sedang santai datang seorang laki-laki Sepuh (Tua) menemui kami agar  membersihkan serta merawat Makom di atas gunung Pencu, yang kami temukan adalah Syeh Abdul jalal," terangnya. 




"Syekh Abdul Jalal berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu Gunung Kidul beliau adalah seorang ulama besar pada zamannya, Beliau tidak sendiri ada sahabat-sahabat beliau yang selalu bertemu melakukan mujahadah serta berunding untuk masa depan Kebumen di tempat ini," tuturnya. 


Syekh Abdul Jalal yang dimakamkan ada dua makam lagi yang memang tidak diketahui siapa orang tersebut dan berasal dari mana, namun Syekh Abdul Jalan pernah menceritakan bahwa petilasan tersebut Tempat bertemunya para ulama di zamannya yaitu Syekh Abdul Jalal, Syekh Suryani, Syekh Prawiro Joyo Murtani, Syekh Brojo Geni, Syekh Abdul Awal, Syech Anom Sidokarso, Syekh Lancing, Syekh Prabu Mungkul Sejati, Syekh Yusuf, Syekh Maulana Yusuf, Syekh Muhammad bin Zain, Syekh Bagus Ali, Syekh Wono Yono yodo, Syekh Abdul Majid, Syekh Mangku Sari, Nyai Turki dan Nyai Sarat. ke-17 para ulama tersebut kerap kali melakukan diskusi serta salat berjamaah maupun dzikir bersama berdiskusi tentang penyebaran agama Islam di atas gunung Pencu Watubarut Gemeksekti ini, dan para ulama tersebutlah yang berperan penting terhadap masa depan Kebumen pada masanya.


Para ulama tersebut ini dimakamkan di masing-masing tempat yang berbeda namun masih berada di wilayah Kabupaten Kebumen, sebagai generasi kita menghormati serta melestarikan petilasan para ulama serta kita mengikuti jejak mereka sebagaimana mereka menyebarkan serta mengajarkan syariat Islam kepada anak cucu kita, agar kita selalu bermunajat serta memohon kepada yang maha kuasa, pungkasnya. 



Reporter : Kusmiadi/Beni Gaista

thumbnail

By On 1/30/2022 07:03:00 AM



KABAR SATU Nusantara (K1N)



Kebumen-KIN || Seorang sopir truck lintas Jawa akan di laporkan ke Polisi, karena  diduga mencemarkan nama baik  Koprasi Ikatan Seluruh Sopir Indonesia (ISPI) lewat  status whatsApp di handphone pribadinya.


Dalam status  tersebut  pengemudi yang berinisial (ND) Sepertinya meluapkan kekesalannya karena di keluarkan dari  Keanggotaan  (ISPI), Sabtu (29 /1/2022).


Kusmiadi yang  akrap di panggil Bang Jhon Ketua Ikatan Sopir Indonesia(ISPI) saat di konfirmasi Awak media membenarkan, ia akan melaporkan mantan anggotanya dari Ikatan Seluruh Pengemudi Indonesia ke polisi. Pasalnya, yang bersangkutan membuat suatu konten dalam bentuk Status WhatsApp yang isinya memprovokasi, menghina serta merugikan koperasi yang ia pimpin, terangnya. 


Ia juga menambahkan, dengan melaporkan yang bersangkutan ke kepolisian ini untuk memberikan efek jera terhadapnya.Karena sering kali membuat konten atau Status WhatsApp yang menyampaikan ujaran kebencian terhadap koperasi yang saya pimpin juga memberikan peringatan terhadap siapapun supaya berhati- hati mengunakan Sosmed agar tidak tersandung Undang-undang ITE, tambahnya. 



Disisi lain Bambang selaku Sekertaris Ikatan Seluruh Pengemudi Indonesia saat di hubungi Awak media  melalui Telpon mejelaskan, " Kami sangat menyayangkan perbuatan saudara (ND) mantan Ketua ISPI cabang Magelang, yang sering kali membuat kegaduhan hingga merusak serta merugikan nama baik  koperasi ISPI, mungkin dengan cara di proses secara hukum bisa memberikan efek jera terhadap dirinya, agar tidak mengulang hal serupa di kemudian hari. 


Perlu di ketahui, selama (ND) bergabung di ISPI dia tidak koperatif administrasi dan aturan, padahal sudah jelas semuany tertuang di dalam AD/ART,"ungkapnya. 


Reporter : Istikomah

thumbnail

By On 1/29/2022 07:27:00 PM

 
KABAR SATU Nusantara (K1N)


 Kebumen-K1N || Tempat hiburan karaoke tak berizin di Kutowinangun dirazia petugas gabungan dari Polsek, Koramil dan Trantib Kecamatan Kutowinangun. 


Saat petugas masuk ke room karaoke mendapati sejumlah pemuda pemudi sedang menenggak minuman keras.


Tempat karaoke itu diketahui milik SB (52) warga Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinang, Kabupaten Kebumen. 


Dijelaskan Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasi Humas Polres AKP Tugiman, razia dilakukan atas dasar laporan masyarakat yang mengeluhkan adanya tempat karaoke di lingkungan penduduk. 


Petugas Polsek dan Koramil mendatangi kediaman SB sekitar pukul 17.00 WIB, pada hari Jumat (28/1).


"Kita temukan warga sedang karaokean sambil mengkonsumsi minuman keras di tempat hiburan itu," jelas AKP Tugiman, Sabtu (29/1).


Selanjutnya petugas gabungan meminta menutup aktivitas karaoke yang ternyata belum mengantongi izin tersebut. 


Oleh warga sekitar, keberadaan tempat hiburan karaoke itu dianggap meresahkan.


Petugas turut mengamankan 25 botol anggur merah, 2 botol anggur putih, setengah botol anggur putih, 3 dan botol kosong anggur putih di tempat hiburan tersebut. 



"Kami mengucapkan terimakasih kepada warga masyarakat yang telah melaporkan," ungkap AKP Tugiman.


Dari razia itu, baik pemilik ataupun muda-mudi tersebut diamankan ke Polsek Kutowinangun dan dimintai keterangan oleh petugas. 


AKP Tugiman mengimbau kepada masyarakat untuk tak segan melaporkan jika terdapat hal yang menyimpang seperti aktivitas di Desa Mekarsari. 


Sekecil apapun pelaporan atau informasi yang masuk ke Polres Kebumen akan ditindaklanjuti. 


Reporter : Khaidir / Humas

thumbnail

By On 1/28/2022 05:06:00 PM

Nanang Pemilik penangkaran burung murai ekor panjang dan M. Sobari

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Kebumen-K1N || Bisnis merupakan usaha seseorang untuk dijalankan guna berharap sebuah keuntungan dari usaha bisnis yang dilakukan.


Tak sedikit dalam usaha bisnis mereka mengalami kegagalan, sehingga untung yang diharap tak ubahnya pil pahit yang mesti ditelan ketika bisnis usaha mengalami kebangkrutan.


Namun tak sedikit pula bisnis yang dijalankan seseorang memperoleh nasib mujur hingga membuahkan hasil dapat meraup untung luar biasa.


Nasib baik dunia bisnis dialami Nanang warga dusun Kemangunan Rt. 04/Rw. 09, Kelurahan Taman Winangun-Kebumen. 


Berawal coba-coba  bisnis usaha penangkaran burung, ia telah memetik hasil dari usaha yang dijalankan hingga ratusan juta rupiah perbulan.


Tak tanggung-tanggung, modal yang dikeluarkan ketika awal usaha pun mencengangkan, untuk usaha penangkaran burung, Induk yang harus dibeli terbilang mahal hingga memerlukan rogohan kocek yang sangat dalam.


Ketika ditemui dilokasi tempat penangkaran Kamis (27/01/2022), Nanang, Pemilik usaha menyebutkan bahwa, awalnya ia menangkar burung yang dikelola sebanyak 21 pasang dengan harga berkisar Rp. 20 juta rupiah per/pasang.


"Awal dimulainya usaha ini, kita coba-coba, namun setelah ditekuni ternyata hasilnya luar biasa," ucap Nanang.


Usaha ini bentuknya penangkaran burung murai yang sedang booming dari segi harga penjualan yakni murai batu ekor panjang," ujar Nanang.


Dari proses penangkaran Nanang mendapat hasil penjualan anak yang dihasilkan dari induk yang ditangkar.


"Untuk anak burung yang saya jual berumur 8 hari tergantung permintaan, kemudian umur 2 sampai 3 bulan, dan kebanyakan peminat atau pembeli memilih umur 8 hari," jelasnya.


Untuk perbedaan terkait harga, umur 8 hari lebih murah dibanding harga anak burung yang berumur 2 hingga 3 bulan.


Lalu mengapa umur 2 sampai 3 bulan harganya mahal, Nanang kembali menjelaskan bahwa, penjualan mandiri lebih mahal karena resiko kematian ada di pemilik penangkaran.


Sejauh ini peminat atau pembeli berasal dari Jakarta, Solo, Jawa Timur, Ciamis, Garut untuk wilayah Kebumen sendiri, Nanang mengatakan hampir merata.


Harga jual abangan (umur 8 hari) berkisar Rp. 3 juta rupiah hingga Rp. 15 juta rupiah per/ekor tergantung dari induknya.


Usaha penangkaran murai ekor panjang baru dijalani selama 3 tahun, sebelumnya Nanang bermain lokal atau standard selama 1 tahun. Tingkat kesulitan berada pada kondisi cuaca yang kadang tidak menentu seperti halnya ketika musim saat ini, karena panas burung yang tadinya aktif untuk produksi mengalami hambatan, kemudian akibat cuaca panas burung yang belum waktunya mabung, jadi mabung, anakan kurang maksimal. 


Untuk hasil panen, proses burung normal per/satu bulan dapat di panen, tepatnya per 28 hari per/satu bulannya.


Sejauh ini pembeli kebanyakan mengambil anakan yang berumur 8 hari, terkecuali pembeli luar kota yang memilih umur 2 atau 3 bulan.


Nanang mengungkapkan bahwa, saat ini burung yang ia tangkar memiliki panjang ekor 32 X 21 Cm, dan terpendek yakni 25 X 16 Cm, sementara harga jual termahal hingga mencapai ratusan juta yakni burung yang memiliki ekor panjang sekitar 32 X 21 Cm. 


Bagi pecinta burung ketika ingin beralih bisnis ternak atau penangkaran murai ekor panjang, Nanang berpesan, kuncinya sabar dan berani, pasalnya harga burung tersebut tak main-main, makanya jangan dibikin main-main, untuk pengeluaran Nanang mengaku bisa menghabiskan pakan Rp. 5 juta rupiah per/bulannya, belum membayar beberapa karyawan yang dipekerjakan di penangkaran tempat miliknya, selama 3 tahun ia mengelola, Nanang  mengaku sudah menjual ratusan ekor anak burung, dari omset tersebut sudah menghasilan ratusan juta rupiah bahkan milyaran rupiah, kini Nanang memiliki indukan burung sebanyak 30 pasang dari target 50 pasang indukan yang akan direncanakan.


Sementara itu M. Sobari, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, awalnya ia melihat usaha penangkaran burung yang dilakukan Nanang, melihat usaha tersebut mempunyai harapan besar akhirnya Bari mengikuti jejak hingga ia ikut usaha di bidang penangkaran burung.


Bari mengaku, selama ikut bisnis penangkaran ia belum pernah menjual hasilnya, Bari berusaha untuk memperbanyak indukan dengan cara, ketika induk bertelor dan menetaskan anak, anak tersebut dibesarkan hingga menjadi indukan, dan begitu seterusnya.


Selain bisnis penangkaran, Bari pun mempunyai bisnis usaha lain, Kiat sukses yang di lakukan Bari yakni melihat dulu usahanya, ketika ada potensi barulah ia terjun untuk menjalankan bisnis tersebut.


Tak hanya itu saja, dalam menjalankan bisnis Bari berpedoman kepada mitra Kesepuluh, itu artinya setiap hasil yang diperoleh dari usaha 10 persen dikeluarkan untuk sedekah. 


"Apapun usahanya saya berprinsip Mitra Sepuluh saya jalankan, Insya Alloh usaha itu akan berhasil, Mitra Sepuluh itu bukan teman atau rekanan, tetapi langsung kepada Alloh SWT, Kita mendapat rizqi dari Alloh dan kita kembalikan lagi 10 persen untuk dibelanjakan di jalan Alloh, itulah yang menjadikan usaha kita maju dan mendapat keberkahan dari Alloh SWT tentunya," ujar Bari. 

Nang Bird Farm Kebumen

Salah satu burung murai ekor panjang di tempat penangkaran milik Nanang


Rupanya, bisnis usaha penangkaran murai ekor panjang, tak hanya dijalani masyarakat biasa, Aipda Ari Kusmantono, anggota Kepolisian Polres Kebumen, menjalankan usaha bisnis yang sama, ditemui di tempat penangkaran, Selaku Kanit II Intelkam Polres Kebumen menyampaikan bahwa, ia datang ke tempat penangkaran milik Nanang dalam rangka sharing.


"Karena waktu luang saya datang melakukan sharing, untuk hal yang bermanfaat," ujarnya.


Dengan tujuan ini semoga bisa menjadi kemandirian kita nanti baik di rumah maupun kesibukan di sela-sela tugas, jadi intinya ada kesibukan yang positif.


Kebetulan dari kecil saya pecinta burung, yang namanya hoby tidak terlepas dan hoby ini memang dimulai dari kecil," jelasnya.


Berawal dari hoby saya kembangkan, dan di rumah saat ini ada 10 kandang penangkaran dari berbagai jenis burung, baik gantangan maupun murai ekor panjang, dan Alkhmdulilah sekarang ada yang sedang proses penetasan 5 telor, semoga berkah," harapnya. 


Tujuan kita menjalankan usaha penangkaran burung, sebagai income penghasilan tambahan, jadi pola pikir kita, kita bukan saja hanya berdinas, di sisi lain kita bermasyarakat dan memberi contoh untuk mengedukasi kepada masyarakat dalam usaha produktif sehingga nantinya bisa membuahkan hasil yang halal dan barokah," tandas Ari Kusmantono. 


 Reporter : Tunjang.D

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *