HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false
thumbnail

By On 3/07/2022 07:47:00 PM

 

Kapolres Tegal AKBP Ari Prasetya Syafa'at, ungkap motiv pembunuhan wanita hamil enam bulan

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Tegal-K1N || Kasus pembunuhan yang menewaskan N mahasiswi berusia 19 tahun, dan kemudian mayatnya dibuang ke saluran irigasi, di Desa Dukuhturi Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal akhirnya terungkap.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at mengungkapkan, motiv tersangka melakukan pembunuhan terhadap wanita yang tengah hamil berusia enam bulan.

"Tersangka AS merupakan (29) warga desa Bedug Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal ini merupakan kekasih korban. Motiv tersangka tega menghabisi nyawa korban lantaran korban terus mengejar tersangka untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilan korban, Senen (07/03/2022).

Tak hanya itu, tersangka sakit hati karena korban yang merupakan mahasiswi dan bekerja sebagai tenaga tensi keliling terus-menerus membandingkan tersangka dengan pria lain yang lebih mapan.

Tersangka kemudian berencana untuk menghabisi korban pada Jumat 4 Maret 2022 malam dengan modus mengajak korban jalan-jalan.
Kemudian di sebuah lahan persawahan sepi tersangka menghabisi korban dengan cara kepala dipukul dua kali kemudian dicekik. Seketika korban meninggal dan langsung dibuang ke sawah oleh tersangka," ungkap Kapolres Tegal.

Tersangka AS merupakan seorang pengepul rongsok, saat ini telah diamankan berikut barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha, milik tersangka.

Atas kejadian tersebut tersangka kami terapkan pasal 340 KUHP,  338 KUHP, serta pasal 80 ayat (3) UURI No. 35 Tahun  2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 (lima belas tahun)  dan/atau denda paling banyak Rp. 3.000.000.000 (tiga milyar rupiah)," pungkasnya.

 

Reporter : Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 2/01/2022 10:55:00 AM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Pekanbaru-K1N || Tim Khusus Kendaraan Bermotor Sat Reskrim Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan tersangka Tindak Pidana Penggelapan Sepeda Motor Parkiran Pasar Kodim Jl. Teratai Atas, Kec. Senapelan Kota Pekanbaru pada Rabu, (19/01).

Senin,(01/02/2022)


Penggelapan yang bermodus meminjam sepeda motor ini dilakukan oleh tersangka inisial RG (20) terhadap korban inisial YI (18) dengan berpura-pura meminjam motor.


Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol. Andrie Setiawan, S.I.K., M.H., mengungkapkan modus tersangka dengan berpura-pura meminjam motor untuk mengantar ibunya pulang.


"Tersangka meminjam motor korban dengan alasan mengantarkan ibunya pulang, setelah korban memberikan motornya tersangka langsung melarikan motor yang berhasil ia pinjam,"Ungkap Kasat Reskrim.


Penangkapan tersangka berawal dari adanya laporan korban yang melihat tersangka sedang berada di Jln. Nelayan Kec. Rumbai Pesisir.


"Pada sabtu, (29/01) malam sekira 21:00 WIB, korban melihat tersangka sedang berada Jl. Nelayan Kec. Rumbai Pesisir dan melaporkan kepada Timsus Ranmor Satreskrim Polresta Pekanbaru, Tim langsung menuju ke lokasi dan berhasil mengamankan tersangka,"Ungkap Kasat Reskrim.


"Setelah berhasil di amankan dan dilakukan interograsi, tersangka mengakui telah meminjam dan menjual motor korban kepada orang lain," Sambungnya.


Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol. Andrie Setiawan, S.I.K., M.H., menceritakan hasil dari pengembangan tersangka sebelumnya sudah melakukan modus ini sebanyak 2 (Dua Kali).


"Hasil pengembangan yang kita lakukan tersangka sudah dua kali melakukan aksinya tersebut, TKP pertama di Stadion Utama pada 8 Januari 2022 Motor Aerox yang tersangka jual ke Tapung dengan harga Rp.1.500.000.-, dan TKP kedua di Jln. Siak 2 Palas Rumbai pada 15 Januari 2022 Motor Beat yang tersangka jual ke Lipat Kain dengan harga Rp.2.000.000.-,"Ucapnya.


Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materil sekitar Rp 15.000.000,-.


Akibat perbuatannya kini korban dikenakan Pasal 372 KUH-Pidana.


Reporter : Ade Fadil.

thumbnail

By On 1/29/2022 03:51:00 PM

Ditkrimum Polda Jateng ungkap 2 komplotan spesialis antar lintas Provinsi

KABAR SATU Nusantara (K1N)

Semarang-K1N || Ditkrimum Polda Jateng ungkap 2 kasus currat, 5 Pelaku komplotan spesialis antar Provinsi berhasil ditangkap. 


Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jateng kembali menggelar pengungkapan kasus. Kali ini dua kasus pencurian dengan pemberatan (currat) digelar dalam waktu bersamaan di depan loby gedung Ditkrimum, Jumat (28/01/2022). 


Gelar perkara dipimpin langsung Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas AKBP Dwi Retnowati. 


Untuk pengungkapan kasus pertama yakni currat dengan modus mengganjal lubang kartu mesin ATM. Sasaran dari pelaku adalah mesin ATM di lokasi SPBU dan minimarket (Alfamart dan Indomaret). 


Komplotan pelaku beraksi di 11 lokasi berbeda yang tersebar di 3 provinsi (Banten, Jabar dan Jateng). 3 orang pelaku berhasil diamankan sementata 1 orang masih dalam pengejaran (DPO). 


Adapun para pelaku yang tertangkap yaitu EA (40th) warga Tangerang, JA (42th) warga Pesawaran Provinsi Lampung, dan FR (39th) warga Tanggamus Provinsi Lampung. 


"Ketiganya memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya, EA mengganjal mesin ATM dengan tusuk gigi dan menukar kartu ATM milik korban, sementara kedua pelaku lain mengintip nomor pin kartu ATM korban," ujar Djuhandani. 


Saat menjalankan aksinya di Jepara, pelaku menggasak uang tabungan milik korban bernama Saeful Zani sebesar 35 juta rupiah. 


"Dihimbau kepada masyarakat untuk menjaga kerahasiaan PIN kartu ATM dan tidak mudah percaya jika ada orang tidak dikenal yang hendak menawarkan bantuan di mesin ATM," himbau Dirkrimum dihadapan media. 


Kasus kedua yang diungkap adalah penangkapan komplotan spesialis pembobol minimarket (Alfamart dan Indomaret) yang telah beraksi di 16 TKP yang tersebar di 2 provinsi (Jabar dan Jateng). 


Adapun cara yang dilakukan komplotan dalam aksinya memasuki minimarket adalah dengan memotong gembok rolling door menjebol tembok, merusak/menjugil pintu, memotong kawat duri serta masuk melalui atap minimarket. 


Sasaran dari pelaku adalah barang bernilai ekonomis seperti rokok, susu, dan uang tunai dalam brankas dengan kerugian keseluruhan ditaksir mencapai 400 juta rupiah. 


"Dalam setiap aksinya pelaku mematikan aliran listrik minimarket agar aksinya tidak diketahui," papar Djuhandani. 


Petugas yang mendapat laporan dari karyawan minimarket mengenai adanya aksi pencurian tersebut kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. 

Dirkrimum Polda Jateng Kombes Pol. Djuhandani tunjukkan barang bukti (BB) para tersangka yang berhasil disita Ditkrimum Polda Jateng

Tersangka komplotan lintas Provinsi saat dikonfirmasi Dirkrimum Polda Jateng


Hasilnya dua pelaku berhasil diamankan setelah terjadi pengejaran diwarnai tembakan oleh petugas akibat perlawanan pelaku sekitar pintu tol Palimanan. 


"Saat dihadang oleh petugas di gerbang tol Palimanan, komplotan pelaku yang mengendarai mobil Avanza hitam mencoba melawan dengan menabrak palang pintu tol dan hampir mengenai petugas. Beruntung tidak ada petugas yang terluka," ungkapnya. 


Dua pelaku yang ditangkap beserta barang bukti sarana dan hasil kejahatan, sementara 2 orang lainnya masih dalam pengejaran petugas (DPO). 


Adapun kedua pelaku yang diamankan berinisial MMP (27th) dan RS (27th) asal Sumatera Utara. Kedua pelaku merupakan residivis dengan aksi berbeda. 


"Terhadap para pelaku yang berhasil diamankan dikenakan dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara," tutup Djuhandani.


Reporter : Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 1/21/2022 07:56:00 PM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Sulut-K1N || Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa sebanyak sembilan saksi, termasuk tiga orang dokter.


Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, laporan dugaan kekerasan seksual tersebut sudah dilaporkan pada 28 Desember 2021. Saat ini proses penyelidikan sedang berlangsung.


"Penyidik telah melakukan observasi rumah korban yang diduga sebagai tempat terjadinya perkara dan melakukan koordinasi dengan dokter kandungan, dokter anak dan dokter forensik serta melakukan visum," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/1/2022).


Lebih lanjut, jenderal bintang dua ini menuturkan penyidik juga akan melakukan gelar perkara untuk menaikkan kasus ini menjadi penyidikan.


Selain melakukan penyelidikan dan penyidikan, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Mulyatno bersama Kapolresta Manado dan penyidik Polresta Manado juga mengunjungi Rumah Sakit Kandou untuk memberikan penguatan dan penghiburan kepada korban dan keluarga.


Dari hasil pertemuan dengan korban, didapati informasi satu nama yang menjadi terduga pelaku kekerasan seksual terhadap korban. Satu nama tersebut nantinya berpotensi menjadi tersangka dan akan dilakukan penangkapan.


"Rencana tindak lanjut besok hari akan melangsungkan rilis dengan mengundang mitra pemerhati anak, psikolog anak, serta UPTD (Unit Pelayanan Tehnis Daerah) Provinsi Sulut yang membidangi perlindungan, perempuan dan anak," katanya.



Sebelumnya, Seorang bocah 10 tahun di Manado, berinisial CT menjadi korban kekerasan seksual. Ibu korban, berinisial HS meminta bantuan kepada Anggota DPR Dapil Sulawesi Utara (Sulut), Hillary Lasut, dengan mengunggah video di media sosial.


Unggahan video ibu korban kekerasan seksual di media sosial tersebut, akhirnya viral. Peristiwa tersebut kata HS, sudah dilaporkan ke Polresta Manado pada 28 Desember 2021. Dia memohon agar menyelesaikan kasus itu hingga tuntas. "Saya memohon agar ibu membantu saya membantu saya menyelesaikan kasus ini, karena anak saya seperti cacat," kata dia dikutip Rabu (19/1/2022).


Dalam video berdurasi satu menit itu, ibu korban kekerasan seksual itu mengaku sampai saat ini hanya bisa melaporkan kasus tersebut ke Polresta Manado, dan masih terus menunggu hasil penyelidikannya. "Sampai saat ini anak saya masih kritis," ujarnya.


Dari informasi yang berhasil dihimpun, diketahui peristiwa kekerasan seksual itu terjadi pada 7 Desember 2021 lalu. Korban sendiri saat ini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Prof. Kandou.


Reporter : Ade Fadil.

thumbnail

By On 1/19/2022 07:41:00 PM

Tersangka pencuri tabung gas digelandang ke Kantor Kepolisian Polres Cilacap, tampak pelaku membawa barang bukti berupa tabung gas berukuran 3 kg

 KABAR SATU Nusantara (K1N)

 

 Cilacap-K1N || Polsek Cilacap Tengah Polres Cilacap berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan pemberatan di salah satu rumah warga di jalan Rinjani kecamatan Cilacap tengah pada Minggu, (02/01/2022).

Tersangka berinisial ST (32) warga Kesugihan dan SB (35) warga Cilacap Utara dapat ditangkap setelah melakukan pencurian.
Pelaku melancarkan aksinya di malam hari dengan cara masuk ke dalam rumah milik korban, lalu kemudian merusak atau mencongkel jendela samping rumah dengan menggunakan obeng, selanjutnya pelaku masuk ke ruang dapur dan mengambil 4 buah tabung gas berukuran 3 kg.

Awal mula kejadian diketahui oleh korban, sekira pukul 02.00 wib korban pulang kerumah usai dari pos ronda, ketika hendak istirahat korban mendengar suara berisik di belakang rumah, kemudian korban melihat dari jendela dan mendapati kandang ayam dalam kondisi terbuka.

Selanjutnya korban melihat ada orang yang melintas di sebelah rumah, secara spontan korban (pelapor) berteriak "maling,,maling", teriakan korban ternyata mengundang beberapa warga, hingga datang ke lokasi kejadian. 

Barang bukti berupa obeng dan tiga tabung gas berhasil disita dari pelaku aksi pencurian



Lebih lanjut, Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo. S.I.K., menjelaskan bahwa, mendengar teriakan korban, dua tersangka memilih kabur, namun salah satu dari pelaku kembali ke lokasi dengan niat mengambil sepeda motor yang tertinggal di lokasi kejadian.

Warga curiga dengan gerak-gerik pelaku, kemudian tersangka dikejar warga setempat untuk selanjutnya pelaku dapat di amankan oleh warga.

"Pasal yang di sangkakan terhadap tersangka yaitu pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama lamanya 7 tahun, diduga dua pelaku  tersebut merupakan residivis, karena indikasinya pelaku pernah melakukan hal atau perbuatan yang sama," ungkapnya.

 

Reporter :Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 1/19/2022 09:18:00 AM

KABAR SATU Nusantara (K1N)



SIDIKALANG-K1N ||  Kapolres Dairi Akbp Wahyudi Rahman, SH, S.I.K, M.M, melalui Kasi Humas Polres Dairi membenarkan tentang adanya penangkapan terhadap pelaku dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) dari KUHPidana, oleh Sat Reskrim Polres Dairi.


Pelaku yang diamankan Sat Reskrim Polres Dairi berinisial SS (28) warga Desa Simungun Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi, ucap Kasie Humas Polres Dairi Iptu Doni Saleh kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).


Yang mana dari kejadian tersebut Pelapor (korban) Oktavia Rosa Netri Sinaga (23) warga Jalan Jamita Sinaga Desa Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun.


Waktu terjadinya Pencurian pada hari Minggu 02 Januari 2022 lalu sekira pukul 03.00 wib, tepatnya di Jalan Klasen No  01 Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi.


Kronologis penangkapan setelah menerima laporan/pengaduan dari saksi korban/Pelapor Oktavia Rosa Netri Sinaga, bahwa telah terjadinya pencurian  2 (dua) unit Handphone jenis android milik saksi/korban, yang diambil dari dalam kamar tidur korban di Klinik Santa Martina. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan pencarian informasi, dan dari hasil penyelidikan bahwa pelaku yang telah melakukan pencurian tersebut adalah SS . Dan pada hari Selasa tanggal 18 Januari 2022 sekira pukul 18.00 Wib, Sat Reskrim Polres Dairi lakukan penangkapan terhadap pelaku yang berinisial SS yang saat itu sedang berada di Jalan Sekolah Sidikalang.


Dari pelaku, Sat Reskrim Polres Dairi menyita barang bukti berupa 1(satu) unit Handphone jenis android milik korban. Selanjutnya pelaku SS beserta barang bukti dibawa dan diamankan Sat Reskrim Polres Dairi, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tutup Doni.



Reporter: Wakhidin/AViD

thumbnail

By On 1/14/2022 03:42:00 PM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Magelang–K1N || Mengawali Tahun 2022 Polres Magelang di gemparkan oleh Seorang santriwati salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Magelang Jawa Tengah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh 3 orang pelaku.


Konferensi pers tersebut dilaksanakan di Loby Mapolres Magelang dan dipimpin Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod, didampingi Kasatreskrim Magelang AKP M. Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir.


"Kasus Pemerkosaan terjadi pada Hari Minggu, 2 Januari 2022 sampai dengan Rabu, 5 Januari 2022 di Rumah Tersangka NI di Ds. Wonoroto Kec. Windusari Kab. Magelang, Modus Para Tersangka mengajak Korban untuk bermalam, kemudian mencekoki korban dengan Miras dan Mensetubuhi Korban sambil memberikan ancaman serta mengikat korban dengan tali." kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod, S.H., SIK dalam Konferensi Pers di Polres Magelang, Jumat (14/01/2022).


"3 Tersangka atas nama saudara PA, NI dan Seorang Pelajar berusia 15 tahun yang berlamat di Kabupaten Magelang. Untuk korban seorang Santriwati salah satu Ponpes di Kabupaten Magelang Sdri. ADP yang berusia 19 tahun dengan alamat Kec. Sendang Agung Kab. Lampung Tengah," jelas Kapolres Magelang.


Modus tersangka, kata Mochammad Sajarod, Para Tersangka mengajak Korban untuk bermalam, kemudian mencekoki korban dengan Miras dan Mensetubuhi Korban sambil memberikan ancaman serta mengikat korban dengan tali.


Perbuatan tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan Pada hari Minggu, 2 Januari 2022 sekira pukul 12.00 WIB, Korban dan Tersangka PA janjian bertemu di lampu merah Bandongan, kemudian menuju ke rumah Tersangka NI dan bermalam disana. 


Saat di rumah Tersangka NI tersebut, korban dicekoki Miras oleh para Para Tersangka hingga mabuk, kemudian korban tidur di dalam kamar. 


Pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekira Pkl 12.00 Wib, Tersangka NI masuk ke dalam kamar yang ditempati korban, kemudian Tersangka NI mensetubuhi korban sambil mengancam akan dibunuh jika tidak mau, Masih pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekira pukul 15.00 Wib, Tersangka PA juga mensetubuhi korban sambil mengancam apabila tidak mau akan dipukul, Masih dihari yang sama sekira Pkl 19.30 Wib, Tersangka NR juga mensetubuhi korban sambil mengikat korban dengan tali rafia.


Perbuatan tersebut terus dilakukan oleh para Tersangka sampai dengan tanggal 5 Januari 2022.


Kasus ini terungkap karena Keluarga korban Mengetahui korban pergi dari Ponpes, keluarga korban berusaha mencari Tersangka PA, kemudian keluarga korban meminta tolong perangkat Desa tempat tinggal Tersangka PA, kemudian pada hari Kamis, 6 Januari 2022 warga mengamankan korban serta Tersangka PA dan Tersangka NR, lalu dibawa ke rumah perangkat desa.



Selanjutnya para Tersangka dibawa ke Polres untuk diperiksa lebih lanjut, sedangkan korban dibawa ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan perawatan.


Polres Magelang menyita barang bukti diantaranya Pakaian milik Para Tersangka, Pakaian milik Korban, Satu buah Tikar, Satu utas tali rapia, Botol Miras Merk Vodka Mansion House Kosong, 1 buah gelas, 1 buah Handphone milik Tersangka PA dan 1 buah Handphone milik Korban.


Para Tersangka disangka dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.



Reporter: Casroni

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *