HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false
thumbnail

By On 2/28/2022 10:14:00 PM

Evakuasi jasad korban, Mayat seorang perempuan yang berhasil ditemukan diantara bebatuan aliran Sungai Bolong Dusun Njurip Desa Ngasem Kecamatan Tegalrejo-Magelang

 

KABAR SATU Nusantara (K1N)

Magelang-K1N || Identitas mayat seorang perempuan, yang terdampar diantara bebatuan aliran Sungai Bolong wilayah Dusun Njurip Desa Ngasem Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang, akhirnya berhasil diungkap tim Jajaran Polres Magelang.

Kasi Humas Polres Magelang AKP Abdul Muthohir SH, Senin (28/02/2022) mengatakan, pengungkapan setelah sebelumnya dilakukan proses penyelidikan menggunakan sistem scientific identification, termasuk pengungkapan sidik jari korban. Identitas mayat perempuan diketahui berasal dari wilayah Jawa Barat berusia sekitar 48 tahun.

Dijelaskan Kasi Humas Polres Magelang bahwa, Polisi sudah menghubungi pihak keluarga korban. Atas persetujuan pihak keluarga korban, dilakukan autopsi jenazah korban.

Saat ini Satreskrim Polres Magelang masih melakukan penyelidikan terhadap mayat tersebut. Penyelidikan dilakukan diantaranya untuk mengetahui kepastian penyebab kematian korban.

“Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan petunjuk dalam proses penyelidikan, dan Satreskrim masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut," jelas Kasi Humas Polres Magelang.

Lebih lanjut AKP Abdul Muthohir mengungkapkan bahwa, keberadaan mayat perempuan tersebut pertama kali ditemukan Sukardi (45) warga Dusun Bungas Desa Ngasem Kecamatan Tegalrejo. Saat itu ia sedang mencari rumput dan kayu bakar di bantaran Sungai Bolong, Minggu 27 Februari 2022," ungkapnya.

Secara terpisah Suheru, Kepala Desa Ngasem mengatakan bahwa, Mayat perempuan yang ditemukan tersebut bukan merupakan warga yang tinggal di wilayah desa yang dipimpinnya.

Warga yang diketahui bernama Sukardi saat mengetahui adanya mayat, sontak langsung memberitahu kepada warga yang lain termasuk memberitahu kepada Kepala Desa serta Kepala Dusun Njurip, Desa Ngasem Kecamatan Tegalrejo-Magelang.

 

Reporter : Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 1/14/2022 03:42:00 PM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Magelang–K1N || Mengawali Tahun 2022 Polres Magelang di gemparkan oleh Seorang santriwati salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Magelang Jawa Tengah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh 3 orang pelaku.


Konferensi pers tersebut dilaksanakan di Loby Mapolres Magelang dan dipimpin Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod, didampingi Kasatreskrim Magelang AKP M. Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir.


"Kasus Pemerkosaan terjadi pada Hari Minggu, 2 Januari 2022 sampai dengan Rabu, 5 Januari 2022 di Rumah Tersangka NI di Ds. Wonoroto Kec. Windusari Kab. Magelang, Modus Para Tersangka mengajak Korban untuk bermalam, kemudian mencekoki korban dengan Miras dan Mensetubuhi Korban sambil memberikan ancaman serta mengikat korban dengan tali." kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod, S.H., SIK dalam Konferensi Pers di Polres Magelang, Jumat (14/01/2022).


"3 Tersangka atas nama saudara PA, NI dan Seorang Pelajar berusia 15 tahun yang berlamat di Kabupaten Magelang. Untuk korban seorang Santriwati salah satu Ponpes di Kabupaten Magelang Sdri. ADP yang berusia 19 tahun dengan alamat Kec. Sendang Agung Kab. Lampung Tengah," jelas Kapolres Magelang.


Modus tersangka, kata Mochammad Sajarod, Para Tersangka mengajak Korban untuk bermalam, kemudian mencekoki korban dengan Miras dan Mensetubuhi Korban sambil memberikan ancaman serta mengikat korban dengan tali.


Perbuatan tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan Pada hari Minggu, 2 Januari 2022 sekira pukul 12.00 WIB, Korban dan Tersangka PA janjian bertemu di lampu merah Bandongan, kemudian menuju ke rumah Tersangka NI dan bermalam disana. 


Saat di rumah Tersangka NI tersebut, korban dicekoki Miras oleh para Para Tersangka hingga mabuk, kemudian korban tidur di dalam kamar. 


Pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekira Pkl 12.00 Wib, Tersangka NI masuk ke dalam kamar yang ditempati korban, kemudian Tersangka NI mensetubuhi korban sambil mengancam akan dibunuh jika tidak mau, Masih pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekira pukul 15.00 Wib, Tersangka PA juga mensetubuhi korban sambil mengancam apabila tidak mau akan dipukul, Masih dihari yang sama sekira Pkl 19.30 Wib, Tersangka NR juga mensetubuhi korban sambil mengikat korban dengan tali rafia.


Perbuatan tersebut terus dilakukan oleh para Tersangka sampai dengan tanggal 5 Januari 2022.


Kasus ini terungkap karena Keluarga korban Mengetahui korban pergi dari Ponpes, keluarga korban berusaha mencari Tersangka PA, kemudian keluarga korban meminta tolong perangkat Desa tempat tinggal Tersangka PA, kemudian pada hari Kamis, 6 Januari 2022 warga mengamankan korban serta Tersangka PA dan Tersangka NR, lalu dibawa ke rumah perangkat desa.



Selanjutnya para Tersangka dibawa ke Polres untuk diperiksa lebih lanjut, sedangkan korban dibawa ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan perawatan.


Polres Magelang menyita barang bukti diantaranya Pakaian milik Para Tersangka, Pakaian milik Korban, Satu buah Tikar, Satu utas tali rapia, Botol Miras Merk Vodka Mansion House Kosong, 1 buah gelas, 1 buah Handphone milik Tersangka PA dan 1 buah Handphone milik Korban.


Para Tersangka disangka dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.



Reporter: Casroni

thumbnail

By On 12/28/2021 08:38:00 AM

KABAR SATU Nusantara (K1N)



MAGELANG-K1N || Balai Kesehatan Akademi Militer  bekerjasama dengan RST dr. Soedjono Magelang melaksanakan vaksinasi untuk anggota dan keluarga besar Akademi Militer (Akmil) bagi usia di atas 12 tahun yang belum vaksin Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan mulai hari Senin hingga Kamis, tanggal 27 - 30 Desember 2021 bertempat di Balai Kesehatan (Balkes) Akademi Militer Panca Arga I Magelang.


Kegiatan yang diprakarsai oleh Kepala Kesehatan (Kakes) Akmil Letkol Ckm dr. Wijiyono, Sp. OT (K) Hip dan Knee ini dilaksanakan oleh para dokter dan perawat Kesehatan Akmil.


“Penyelenggaraan pelayanan Vaksinasi Covid-19 untuk seluruh warga Akademi Militer tanpa terkecuali yang berusia 12 tahun ke atas,” kata Kakes Akmil, Senin (27/12/2021).




Mekanisme vaksinasi yaitu screening, pelaksanaan dan observasi sama seperti vaksinasi yang lalu. Peserta vaksinasi harus membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak. 


“Pencatatan dalam aplikasi PCare (Primary Care) vaksinasi dimasukkan dalam kelompok remaja,” terangnya.


Kemudian Kakes mengatakan vaksin yang digunakan untuk anak usia 12 ke atas ini adalah Vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian.


“Penyuntikan antara Dosis 1 dan Dosis 2 dengan jarak atau interval minimal 28 hari,” pungkas Kakes Akmil. 


Reporter: K1N

thumbnail

By On 12/28/2021 08:35:00 AM

KABAR SATU Nusantara (K1N)



MAGELANG-K1N || Hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (27/12/2021) sekira pukul 15.00 WIB. Derasnya intensitas hujan tersebut mengakibatkan beberapa pohon tumbang dan menimpa belasan rumah penduduk.


Kejadian tersebut segera dilaporkan oleh warga dan perangkat desa setempat ke Polsek Tegalrejo Polres Magelang. Mendapat laporan, Kapolsek Tegalrejo AKP Haris Gunardi, S.H. segera memerintahkan anggotanya untuk  meninjau lokasi musibah. Tim dipimpin oleh Kanit Binmas Aiptu Sutisna.


Dituturkan Kapolsek Tegalrejo, bencana alam tersebut terjadi di Dusun Krajan Kecamatan Tegalrejo, di mana sebatang pohon kelapa setinggi lebih kurang 12 meter tumbang. 


“Pohon kelapa itu menimpa sebuah garasi ukuran 6 x 4 meter dan alat Residual Analiser milik kantor PDAM Kecamatan Tegalrejo,” terang AKP Haris Gunardi.


Lebih lanjut Haris menjelaskan, selain di Dusun Krajan, musibah bencana alam juga terjadi di Desa Klopo Kecamatan Tegalrejo. Yaitu beberapa pohon tumbang melintang di jalan Klopo - Pirikan dan beberapa lagi menimpa beberapa atap rumah warga,” jelasnya.


Disebutkan beberapa rumah yang tertimpa pohon tersebut berada di RT 01 RW 01 Dusun/Desa Klopo. Yaitu rumah milik Teguh (35), Hatono (45), Martono (65), Asrofah (50), Agus Yulianto (43), dan milik Marliah (65),” papar Haris.


Kemudian, lanjut Haris, rumah milik Legowo yang ada di RT 02 RW 01 Dusun/Desa Klopo juga bernasib sama. Serta rumah milik Sokeh (60) di Dusun Gendol RT 01 RW 02, Desa Klopo juga tertimpa pohon.


“Petistiwa yang sama juga terjadi di Dusun/Desa Ngadirejo Kecamatan Tegalrejo. Di mana pohon tumbang melintang di jalan Desa Ngadirejo Tegalrejo - Pirikan Secang dan beberapa pohon menimpa atap rumah warga milik warga,” katanya.



Disebutkan ada 6 rumah warga Dusun Batikan, Desa Ngadirejo yaitu rumah milik Partinah (50), Surami (51), Heru (37), Parjono (41), Kozin, (34), dan milik Saidu (44).


“Alhamdulillah, berkat kesigapan warga setempat bersama petugas dari Polsek dan Koramil Tegalrejo dalam mengatasi perintang jalan, saat ini akses jalan penghubung Tegalrejo - Pirikan Secang sudah kembali bisa dilalui kendaraan,” tutur Kapolsek Haris.


Dalam kejadian musibah bencana alam tersebut tidak ada korban jiwa. Adapun kerugian material diperkirakan sebesar Rp 150.000.000. Kapolsek Tegalrejo mengimbau masyarakat untuk waspada di saat musim penghujan, terlebih cuaca ekstrem seperti saat ini.


“Agar kita terhindar dari hal-hal yang membahayakan, seperti bencana alam akibat hujan dan angin,” imbau AKP Haris Gunardi. 


Reporter: K1N

thumbnail

By On 12/25/2021 12:00:00 AM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


KOTA MAGELANG-K1N || Wakil Walikota Magelang M. Mansyur meninjau pasar tradisional, toko modern, dan beberapa gudang. Tinjauan ini untuk memastikan langsung stok dan harga kebutuhan pokok menjelang hari raya Natal 2021. Jumat, 24/12/2021


Dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Magelang M. Mansyur didampingi beberapa Kepala OPD, Kapolres Magelang Kota AKBP Asep Mauludin, Dandim 0705/Magelang Letkol (Arm) Rohmadi, dan pejabat Forkopimda lainnya.


Hasil tinjauan itu diketahui harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Di antaranya cabai rawit sampai Rp 65.000-Rp 79.000 per kilogram. Kemudian telur ayam ras naik sampai Rp 8.000 per kilogram dari Rp 25.000 menjadi Rp 33.000.



"Kenaikan ini karena momen hari raya Natal, sama halnya ketika menjelang Idul Fitri. Tapi masih wajar karena persentase kenaikan tidak sampai 50 persen," ucap Mansyur.


Pihaknya sudah melakukan upaya untuk menekan agar harga tidak semakin naik, termasuk dengan inspeksi mendadak (sidak) ini. Ia mengaku banyak pedagang di pasar yang mengeluhkan kenaikan harga ini, karena berakibat sepi pembeli," terangnya. 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *