HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false
thumbnail

By On 3/03/2022 08:49:00 AM

 
KABAR SATU Nusantara (K1N)


Cilacap-K1N || Sidang kasus arisan motor Remoru dan New Antariksa di Pengadilan Negeri (PN) Cilacap memasuki agenda putusan dari Majelis Hakim PN Cilacap, Rabu (2/3/2022).

Sidang secara daring ini menghadirkan terdakwa Liem Eng Ket dan Purnomo Budi Santoso, dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Kristanto Sahat Hamonangan SH MH dengan anggota Achmad Yuliandi Erria Putra SH. 


Juga hadirJaksa Penuntut Umum Santa Nofena Christy SH.

Sidang kali ini juga dihadiri Penasihat Hukum korban, Noferintis Tafonao SH, Muhammad Ma'arif SSy, dan Dismo SH. 


Sidang mendengarkan amar putusan yang dibacakan bergantian oleh Mejelis Hakim, yakni Kristanto Sahat Hamonangan SH MH dan anggota Achmad Yuliandi Erria Putra SH. 


Usai sidang, Penasihat Hukum korban, Noferintis Tafonao mengatakan, sebagai kuasa hukum pihaknya menerima  putusan Majelis Hakim PN Cilacap yang pada hari ini telah dibacakan. Hasilnya, terdakwa yaitu Purnomo Budi Santoso dan Liem Eng Ket divonis selama 2 tahun penjara. 


"Sebagai klien korban, hasil putusan ini kami terima," kata Noferintis. 


Ia mengakui, pihaknya juga disarankan oleh Majelis Hakim bahwa ketika hal ini sudah diputus dan amar putusan sudah dituangkan terkait hasil dari pailit para terdakwa tersebut, akan ia sampaikan nanti kepada para kurator, untuk mengembalikan hak-hak atau uang para korban. 


"Asetnya sekitar Rp 10 miliar, ada 4 aset di Cilacap. Tentu ini masih kurang karena kerugian para korban mencapai Rp 13,4 miliar. Masih kurang sekitar Rp 3,4 miliar," ungkapnya. 


Menurut Noferintis, hal itu tidak masalah bagi pihaknya asalkan ketentuan yang telah dituangkan dalam amar putusan hari ini pihaknya bersikukuh akan tetap mengejar ke Pengadilan Niaga nantinya. "Atau melalui kurator yang dipercayakan oleh terdakwa," tandasnya. 


Terkait putusan Hakim, Noferintis secara terus terang mengapresiasi. "Artinya, dalam putusan ini Hakim tegak lurus, tidak seperti yang kami duga bisa 'masuk angin', tapi tidak. Dan kami sangat berterimakasih dengan putusan Hakim," ungkapnya. 


Muhammad Ma'arif SSy menambahkan, mengenai aset ada sekitar Rp 10 miliar. Tinggal nanti kita dari pihak korban seperti apa ke depan, mau tetap mengajukan atau menunggu koordinasi dari semuanya. 

Untuk nasabah nanti seperti apa. Kita perlu ngumpul dulu.


Sementara, salah satu nasabah arisan motor, Wahyu mengatakan sidang hari ini sudah keputusan. 


"Jaksa sudah memberikan yang terbaik, sehingga kami melihat Hakim ini netral, tidak memihak sana-sini dan keputusan itu saya anggap ya sudah keputusan," katanya. 




Wahyu menambahkan, mudah-mudahan kuasa hukum dari terdakwa yang mengatakan pikir-pikir, semoga ada upaya lain dan Hakim lebih bijaksana serta mengerti bahwa keputusan itu tidak berubah. 


Menurut Wahyu, sebetulnya 2 tahun itu masih kecil, tapi karena sudah dipertimbangkan baik-baik, ya sudah. 


"Kemudian setelah ini kita yang mengajukan perdata, karena kita harus rembugan sama teman-teman kita untuk kumpul dulu. Nanti kalau sudah ada keputusan kita akan menindaklanjuti apa yang kita harus melangkah," katanya. 


Ditanya aset terdakwa akan diburu, Wahyu menegaskan iya. "Aset itu diburu karena saya punya data sendiri. Dari semua aset yang kita sudah kirimkan itu sudah ada plang bahwa (aset) ini sudah dijual. Itu kapan lakunya saya tidak tahu. Mudah-mudahan secepatnya. Kita berharap uang dari hasil penjualan itu langsung dibagi, langsung diberikan kepada kita semua. Dan kuasa hukum sudah berupaya sedemikian rupa untuk membantu kami, dan kami tidak mungkin melepaskan begitu saja. Kami sudah basah, kami akan berenang terus mengejar bagaimana uang kami kembali," tegas Wahyu. 


Kuasa hukum terdakwa, Ratman Al Poniman mengungkapkan, 

terkait persidangan tadi pihaknya selalu Penasihat Hukum sudah memperjuangkan dari awal, dari bukti BAP, penyidikan sampai dengan P21 hingga persidangan hari ini. 


"Meski kami merasa sangat kontra produktif, apapun yang namanya pelaku utama dengan klien kami yang hanya leader harus menerima tuntutan dan putusan yang sama, ya semua ini dari masing-masing aparat penegak hukum ada upaya banding dan kami tawarkan kepada klien kami. 


Namun setelah kami clear-kan dengan klien kami dan dipikir-pikir, klien kami sudah menerima dengan putusan 2 tahun," katanya. 


Ditanya upaya lain, Poniman menjawab tidak, berarti ini sudah berkekuatan hukum tetap (BHT). 


Terkait korban, Poniman mengatakan itu masalah perdata yang tadi sudah disampaikan. 

Pengembalian uang sudah dituangkan dalam proses persidangan. 

Poniman berharap, karena ini sudah diterima ya kami ikuti saja. 


"Klien kami kan sudah menerima," ungkapnya.


Redaksi.

thumbnail

By On 1/23/2022 07:05:00 PM

Warga Desa Kubangpari Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes Di Dampingi LSM BPPI Saat Mengadukan Kepala Desanya Kepolres Brebes Terkait Dugaan Penyalah Guna Kewenangan.


KABAR SATU Nusantara (K1N)


Brebes-KIN || Karena merasa dirugikan beberapa warga Desa Kubangpari kecamatan Kersana kabupaten Brebes, Resmi Adukan kepala Desanya, ke Unit II (Tipikor) Polres Brebes dengan Nomor Aduan : Dumas / 431 / XII / 2021 / Reskrim, Tanggal 21 Desember 2021, tentang dugaan adanya Penyalahgunaan Kewenangan yang diduga dilakukan oleh kades Kubangpari dan sudah keluar Surat Perintah Penyelidikan dari kepolisian dengan Nomor : S.prin.Lidik/03/I/2022/Reskrim, untuk meminta keterangan dari para saksi-saksi. Minggu (23/01/2022).


Kronologi kejadian, Bermula dari masalah Hak sewa garap tanah bengkok yang di buat oleh beberapa warga dengan Kadus Tarmudi, yang mana Perjanjian hak sewa pengelolaan tanah bengkok tersebut telah di sepakati oleh kedua belah pihak, dan di buat perjanjian sewa selama satu tahun garap, namun belum selesai masa sewa satu tahun, Kadus Tarmudi meninggal dunia karena sakit.


Setelah meninggalnya Kadus Tarmudi, Kepala Desa Kubangpari, dengan Semena-mena, mengambil semua tanah bengkok yang telah di sewakan Kadus Tarmudi, kepada warganya, dengan cara sepihak, arogan dan tanpa dikoordinasikan terlebih dahulu dengan para warga, yang sudah membayar uang sewa pada Kadus Tarmudi.


Dijelaskan oleh Sugan,(55) Tahun, warga desa Kubangpari, RT.05 / RW.03, Salah satu warga yang menyewa tanah bengkok pada Kadus Tarmudi, yang sekarang di ambil oleh Kades Kubangpari dan di sewakan lagi pada warga lain.


Saat di konfirmasi, Sugan dengan di dampingi oleh 'Edi' ketua LSM Barisan Patriot Peduli Indonesia (BPPI) Kabupaten Brebes, Menjelaskan bahwa para warga yang merasa hak sewanya telah di rampas oleh Kades M, Sebenarnya sudah membuka ruang mediasi dengan pihak kades dengan cara musyawarah.

Kami mendatangi Kantor Desa Kubangpari untuk menemui Kades, untuk membahas masalah tanah bengkok yang mereka sewa dari Kadus Tarmudi, yang di rampas oleh Kades secara sepihak, tanpa koordinasi terlebih dahulu, dan pihak kades juga tidak mau mengembalikan sisa uang sewa pada warga, padahal sewa yang kami buat itu berdasarkan kesepakatan bersama dengan Kadus Tarmudi, dimulai dari bulan juli 2021 sampai dengan juli 2022.

Namun saat di mediasi kepala desa, nampak sangat arogan, dan menurut kami, sebagai Kepala Desa, beliau tidak bijaksana, dalam bermusyawarah guna untuk mencari solusi kemufakatan, karena menurut kami, biar bagaimanapun kami ini, semua adalah warga desa Kubangpari dan sudah seharusnya seorang pemimpin desa dalam menyelesaikan permasalahan harus utamakan kepentingan rakyat dan kebijaksanaan serta kekeluargaan untuk menjaga kondusifitas, namun pada saat itu, Si Kades M, terkesan sangat arogan dan sombong, mentang mentang dia itu kepala desa dan berkuasa, "Papar Sugan.


Kami sebagai warga yang menyewa, jelas merasa di rugikan, walau sewa garapan lahan itu nilai rupiahnya tidak seberapa, dan bervariasi ada yang 2,5 juta, 5 juta, 13 juta, dan 14 juta, Namun bagi kami uang itu sangat berarti dan harus di selesaikan dengan baik, namun Kades terkesan Arogan, padahal sewa garap tanah bengkok tersebut masih belum habis satu tahun, kebanyakan rata rata baru di garap 3 atau 4 bulan, tapi sudah di ambil semua oleh kades M.

Dan diduga tanah bengkok tersebut juga sudah disewakan ke warga lain oleh pihak kades, yang diduga pembayaran sewanya dilakukan di rumah Kepala Desa. Dan hingga saat ini warga yang sudah menyewa garapan tanah bengkok dari Kadus Tarmudi, Sisa uang sewanya, tidak ada satupun yang di kembalikan, "Tandas, Sugan.


Oleh sebab itu kami, bersama beberapa warga yang merasa dirugikan, oleh Kades meminta pendampingan dari LSM BPPI, menindak lanjuti hasil klarifikasi dengan kepala desa yang buntu, tidak ada itikad baik dan kades tetap  tidak mau kembalikan sisa uang-uang sewa kami, Dan pada saat itu Kades, hanya memberi jawaban bahwa terkait pengambilan tanah bengkok dari warga itu adalah hak Saya sebagai Kepala Desa, dan itu adalah Kekuasaan saya sebagai Kepala Desa Kubangpari, "Terang Sugan.


Terpisah, Ciwong (50) Tahun, Mantan RT. 05 / RW. 03 desa Kubangpari bersama dengan beberapa warga, Membenarkan bahwa pada tanggal 13 Desember 2021 kami sudah mencoba untuk mengklarifikasi masalah pengambilan tanah sewa itu Dengan Kades M, Namun tidak ada titik temu, bahkan Kepala Desa waktu itu sempat menantang, tidak takut dengan LSM ataupun lembaga, dan sempat terjadi adu mulut dan saling tantang, dan pada saat itu juga ada pihak Babin dari Polsek Kersana, ikut menyaksikan klarifikasi tersebut, Namun tetap tidak ada titik temu. "Terang Ciwong.

Mediasi Warga Kubangpari Saat Meminta Penggantian Uang Sewa Pada Kepala Desa (Marhen) Di Kantor Kepala Desa Kubangpari 13/12/2021 (Dokumen K1N)


Karena tidak ada kesepakatan saat bermusyawarah, antara warga penyewa dengan Kepala Desa, yang pada saat itu seharusnya seorang Kades, lebih bijaksana kepada warga dalam menyikapi masalah agar dapat menjaga kondusifitas namun kades M, Justeru malah nampak arogan dan diduga melampaui hak aturan Wewenangnya sebagai Kepala Desa. Akhirnya kami bersama korban korban lain minta permasalahan ini di lanjutkan untuk diadukan ke Polres Brebes dan meminta pendampingan Dari Ketua LSM BPPI, "Pungkas Ciwong.


Terpisah, "Edi, (Ketua LSM BPPI), Menerangkan terkait sikap Kepala desa yang arogan itu, yang tidak bisa menghargai suara masyarakatnya sendiri, demi keadilan, untuk sebuah kebenaran dan Kebijakan, kami dari LSM BPPI diberi kepercayaan masyarakat untuk mendampingi Masalah itu, Maka kami, akan mengawal membawa permasalahan ini ke pihak Kepolisian hingga selesai, Dan kami juga selalu tampung semua aduan dari masyarakat, terkait beberapa dugaan dugaan yang melibatkan kepala desa Kubangpari, "Pungkas Edi.


Hal tersebut, patut diduga ada dugaan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan kewenangan, dan ini harus diluruskan, Saat mana jalan mediasi tidak kita temui sebuah kesepakatan, maka kami kembalikan pada Masyarakat yang merasa di rugikan, Kami akan tetap membantu mendampingi warga untuk melaporkan ke aparat penegak hukum, dan mudah mudahan hal ini Bisa membuka mata hati Kades Kubangpari, agar masalah ini bisa selesai dengan baik, dan semua permasalahan sudah kami serahkan ke pihak penegak hukum, dan sekarang sedang dalam proses pemanggilan para saksi, untuk di mintai keterangan, Mudah mudahan semua bisa terang benderang, "Tutup Edi.  


Reporter : Firdaus Andika

thumbnail

By On 1/22/2021 03:36:00 PM

KABAR SATU Nusantara (KIN)


Cilacap-K1N || Danramil 05/Nusawungu Kapten Cba M. Isa Saefudin bersama Satgas penanganan Covid-19 Kecamatan Nusawungu serahkan Surat Keterangan Sehat kepada warga yang selesai melaksanakan isolasi mandiri karena terkonfirmasi Covid-19 di Desa Bajarwaru dan Desa Sikanco Kecamatan Nusawungu, Kamis (21/1/21).


Hadir dalam kegiatan Camat Nusawungu Agus Supriyono, S.Sos. MSi., Danramil 05/ Nusawungu Kapten Cba M. Isa Saefudin, Kapolsek Nusawungu AKP Rachmat Juplianto, Tim Medis Puskesmas Nusawungu l, Kepala Desa Banjarwaru Sudarmanto dan Kepala Desa Sikanco, Wartoyo.


Sebanyak 7 warga mendapatkan Surat Keterangan Sehat dari petugas medis.Mereka diantaranya Maryanto, Kutur Yulianto, Wakinem dan Miskem yang merupakan warga Desa Banjarwaru, sedangkan 3 orang warga lainnya yaitu warga Desa Sikanco. Mereka diantaranya Fandi Abdulrohman, Apriliani dan Agus Ganda Finandita.


Dalam kesempatan itu, Danramil selain mengucapkan selamat kepada ke 7 orang warganya yang telah kembali sehat juga kembali menekankan agar selalu mentaati protokol kesehatan. Pengalaman tertularnya virus Covid-19 agar dijadikan cambuk untuk tidak lagi terkena virus yang kini sedang merajalela tersebut. 


"Anda semua kini sudah dinyatakan sehat. Pengalaman ini hendaknya menjadi cambuk agar tidak lagi terkena virus Corona, dan hal itu salah satunya dengan cara disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari hari, rajin berolah raga, mengkonsumsi asupan gizi yang cukup dan budaya hidup bersih. Apabila ini dilakukan niscaya kita semua akan terhindar dari penyebaran Covid-19," kata Kapten Cba M. Isa Saefudin.




Kutur Yulianto, salah satu warga yang kini telah sembuh menyatakan keseriusannya memerangi Covid-19. Apa yang menjadi penekanan Danramil maupun petugas kesehatan akan dijadikan guru yang terbaik agar tidak lagi tertular Covid-19. Mewakili warga lainnya, dia juga mengungkapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah memberikan moril dan motivasi sehingga kembali sehat.


"Pengalaman ini cukup sampai disini, kita juga tidak ingin lagi terkena Covid. Untuk itu, apa yang telah disampaikan oleh Danramil maupun Tim medis akan selalu kita lakukan. Kita juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerjs keras, mensupport kami sehingga saat ini kita semua bisa kembali sehat dan bisa kembali ke keluarganya," Ucapnya.


Reporter : Darto/Urip

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *