HEADLINE NEWS

kabarsatunusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Text Widget

Mobile Logo

Mobile Logo
image

Pages

Full-Width Version

false
thumbnail

By On 3/07/2022 07:47:00 PM

 

Kapolres Tegal AKBP Ari Prasetya Syafa'at, ungkap motiv pembunuhan wanita hamil enam bulan

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Tegal-K1N || Kasus pembunuhan yang menewaskan N mahasiswi berusia 19 tahun, dan kemudian mayatnya dibuang ke saluran irigasi, di Desa Dukuhturi Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal akhirnya terungkap.

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at mengungkapkan, motiv tersangka melakukan pembunuhan terhadap wanita yang tengah hamil berusia enam bulan.

"Tersangka AS merupakan (29) warga desa Bedug Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal ini merupakan kekasih korban. Motiv tersangka tega menghabisi nyawa korban lantaran korban terus mengejar tersangka untuk meminta pertanggungjawaban atas kehamilan korban, Senen (07/03/2022).

Tak hanya itu, tersangka sakit hati karena korban yang merupakan mahasiswi dan bekerja sebagai tenaga tensi keliling terus-menerus membandingkan tersangka dengan pria lain yang lebih mapan.

Tersangka kemudian berencana untuk menghabisi korban pada Jumat 4 Maret 2022 malam dengan modus mengajak korban jalan-jalan.
Kemudian di sebuah lahan persawahan sepi tersangka menghabisi korban dengan cara kepala dipukul dua kali kemudian dicekik. Seketika korban meninggal dan langsung dibuang ke sawah oleh tersangka," ungkap Kapolres Tegal.

Tersangka AS merupakan seorang pengepul rongsok, saat ini telah diamankan berikut barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha, milik tersangka.

Atas kejadian tersebut tersangka kami terapkan pasal 340 KUHP,  338 KUHP, serta pasal 80 ayat (3) UURI No. 35 Tahun  2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 (lima belas tahun)  dan/atau denda paling banyak Rp. 3.000.000.000 (tiga milyar rupiah)," pungkasnya.

 

Reporter : Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 2/01/2022 10:55:00 AM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Pekanbaru-K1N || Tim Khusus Kendaraan Bermotor Sat Reskrim Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan tersangka Tindak Pidana Penggelapan Sepeda Motor Parkiran Pasar Kodim Jl. Teratai Atas, Kec. Senapelan Kota Pekanbaru pada Rabu, (19/01).

Senin,(01/02/2022)


Penggelapan yang bermodus meminjam sepeda motor ini dilakukan oleh tersangka inisial RG (20) terhadap korban inisial YI (18) dengan berpura-pura meminjam motor.


Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol. Andrie Setiawan, S.I.K., M.H., mengungkapkan modus tersangka dengan berpura-pura meminjam motor untuk mengantar ibunya pulang.


"Tersangka meminjam motor korban dengan alasan mengantarkan ibunya pulang, setelah korban memberikan motornya tersangka langsung melarikan motor yang berhasil ia pinjam,"Ungkap Kasat Reskrim.


Penangkapan tersangka berawal dari adanya laporan korban yang melihat tersangka sedang berada di Jln. Nelayan Kec. Rumbai Pesisir.


"Pada sabtu, (29/01) malam sekira 21:00 WIB, korban melihat tersangka sedang berada Jl. Nelayan Kec. Rumbai Pesisir dan melaporkan kepada Timsus Ranmor Satreskrim Polresta Pekanbaru, Tim langsung menuju ke lokasi dan berhasil mengamankan tersangka,"Ungkap Kasat Reskrim.


"Setelah berhasil di amankan dan dilakukan interograsi, tersangka mengakui telah meminjam dan menjual motor korban kepada orang lain," Sambungnya.


Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol. Andrie Setiawan, S.I.K., M.H., menceritakan hasil dari pengembangan tersangka sebelumnya sudah melakukan modus ini sebanyak 2 (Dua Kali).


"Hasil pengembangan yang kita lakukan tersangka sudah dua kali melakukan aksinya tersebut, TKP pertama di Stadion Utama pada 8 Januari 2022 Motor Aerox yang tersangka jual ke Tapung dengan harga Rp.1.500.000.-, dan TKP kedua di Jln. Siak 2 Palas Rumbai pada 15 Januari 2022 Motor Beat yang tersangka jual ke Lipat Kain dengan harga Rp.2.000.000.-,"Ucapnya.


Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian materil sekitar Rp 15.000.000,-.


Akibat perbuatannya kini korban dikenakan Pasal 372 KUH-Pidana.


Reporter : Ade Fadil.

thumbnail

By On 1/29/2022 03:51:00 PM

Ditkrimum Polda Jateng ungkap 2 komplotan spesialis antar lintas Provinsi

KABAR SATU Nusantara (K1N)

Semarang-K1N || Ditkrimum Polda Jateng ungkap 2 kasus currat, 5 Pelaku komplotan spesialis antar Provinsi berhasil ditangkap. 


Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Jateng kembali menggelar pengungkapan kasus. Kali ini dua kasus pencurian dengan pemberatan (currat) digelar dalam waktu bersamaan di depan loby gedung Ditkrimum, Jumat (28/01/2022). 


Gelar perkara dipimpin langsung Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas AKBP Dwi Retnowati. 


Untuk pengungkapan kasus pertama yakni currat dengan modus mengganjal lubang kartu mesin ATM. Sasaran dari pelaku adalah mesin ATM di lokasi SPBU dan minimarket (Alfamart dan Indomaret). 


Komplotan pelaku beraksi di 11 lokasi berbeda yang tersebar di 3 provinsi (Banten, Jabar dan Jateng). 3 orang pelaku berhasil diamankan sementata 1 orang masih dalam pengejaran (DPO). 


Adapun para pelaku yang tertangkap yaitu EA (40th) warga Tangerang, JA (42th) warga Pesawaran Provinsi Lampung, dan FR (39th) warga Tanggamus Provinsi Lampung. 


"Ketiganya memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya, EA mengganjal mesin ATM dengan tusuk gigi dan menukar kartu ATM milik korban, sementara kedua pelaku lain mengintip nomor pin kartu ATM korban," ujar Djuhandani. 


Saat menjalankan aksinya di Jepara, pelaku menggasak uang tabungan milik korban bernama Saeful Zani sebesar 35 juta rupiah. 


"Dihimbau kepada masyarakat untuk menjaga kerahasiaan PIN kartu ATM dan tidak mudah percaya jika ada orang tidak dikenal yang hendak menawarkan bantuan di mesin ATM," himbau Dirkrimum dihadapan media. 


Kasus kedua yang diungkap adalah penangkapan komplotan spesialis pembobol minimarket (Alfamart dan Indomaret) yang telah beraksi di 16 TKP yang tersebar di 2 provinsi (Jabar dan Jateng). 


Adapun cara yang dilakukan komplotan dalam aksinya memasuki minimarket adalah dengan memotong gembok rolling door menjebol tembok, merusak/menjugil pintu, memotong kawat duri serta masuk melalui atap minimarket. 


Sasaran dari pelaku adalah barang bernilai ekonomis seperti rokok, susu, dan uang tunai dalam brankas dengan kerugian keseluruhan ditaksir mencapai 400 juta rupiah. 


"Dalam setiap aksinya pelaku mematikan aliran listrik minimarket agar aksinya tidak diketahui," papar Djuhandani. 


Petugas yang mendapat laporan dari karyawan minimarket mengenai adanya aksi pencurian tersebut kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. 

Dirkrimum Polda Jateng Kombes Pol. Djuhandani tunjukkan barang bukti (BB) para tersangka yang berhasil disita Ditkrimum Polda Jateng

Tersangka komplotan lintas Provinsi saat dikonfirmasi Dirkrimum Polda Jateng


Hasilnya dua pelaku berhasil diamankan setelah terjadi pengejaran diwarnai tembakan oleh petugas akibat perlawanan pelaku sekitar pintu tol Palimanan. 


"Saat dihadang oleh petugas di gerbang tol Palimanan, komplotan pelaku yang mengendarai mobil Avanza hitam mencoba melawan dengan menabrak palang pintu tol dan hampir mengenai petugas. Beruntung tidak ada petugas yang terluka," ungkapnya. 


Dua pelaku yang ditangkap beserta barang bukti sarana dan hasil kejahatan, sementara 2 orang lainnya masih dalam pengejaran petugas (DPO). 


Adapun kedua pelaku yang diamankan berinisial MMP (27th) dan RS (27th) asal Sumatera Utara. Kedua pelaku merupakan residivis dengan aksi berbeda. 


"Terhadap para pelaku yang berhasil diamankan dikenakan dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara," tutup Djuhandani.


Reporter : Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 1/21/2022 07:56:00 PM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Sulut-K1N || Dalam kasus ini, penyidik sudah memeriksa sebanyak sembilan saksi, termasuk tiga orang dokter.


Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, laporan dugaan kekerasan seksual tersebut sudah dilaporkan pada 28 Desember 2021. Saat ini proses penyelidikan sedang berlangsung.


"Penyidik telah melakukan observasi rumah korban yang diduga sebagai tempat terjadinya perkara dan melakukan koordinasi dengan dokter kandungan, dokter anak dan dokter forensik serta melakukan visum," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/1/2022).


Lebih lanjut, jenderal bintang dua ini menuturkan penyidik juga akan melakukan gelar perkara untuk menaikkan kasus ini menjadi penyidikan.


Selain melakukan penyelidikan dan penyidikan, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Mulyatno bersama Kapolresta Manado dan penyidik Polresta Manado juga mengunjungi Rumah Sakit Kandou untuk memberikan penguatan dan penghiburan kepada korban dan keluarga.


Dari hasil pertemuan dengan korban, didapati informasi satu nama yang menjadi terduga pelaku kekerasan seksual terhadap korban. Satu nama tersebut nantinya berpotensi menjadi tersangka dan akan dilakukan penangkapan.


"Rencana tindak lanjut besok hari akan melangsungkan rilis dengan mengundang mitra pemerhati anak, psikolog anak, serta UPTD (Unit Pelayanan Tehnis Daerah) Provinsi Sulut yang membidangi perlindungan, perempuan dan anak," katanya.



Sebelumnya, Seorang bocah 10 tahun di Manado, berinisial CT menjadi korban kekerasan seksual. Ibu korban, berinisial HS meminta bantuan kepada Anggota DPR Dapil Sulawesi Utara (Sulut), Hillary Lasut, dengan mengunggah video di media sosial.


Unggahan video ibu korban kekerasan seksual di media sosial tersebut, akhirnya viral. Peristiwa tersebut kata HS, sudah dilaporkan ke Polresta Manado pada 28 Desember 2021. Dia memohon agar menyelesaikan kasus itu hingga tuntas. "Saya memohon agar ibu membantu saya membantu saya menyelesaikan kasus ini, karena anak saya seperti cacat," kata dia dikutip Rabu (19/1/2022).


Dalam video berdurasi satu menit itu, ibu korban kekerasan seksual itu mengaku sampai saat ini hanya bisa melaporkan kasus tersebut ke Polresta Manado, dan masih terus menunggu hasil penyelidikannya. "Sampai saat ini anak saya masih kritis," ujarnya.


Dari informasi yang berhasil dihimpun, diketahui peristiwa kekerasan seksual itu terjadi pada 7 Desember 2021 lalu. Korban sendiri saat ini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Prof. Kandou.


Reporter : Ade Fadil.

thumbnail

By On 1/19/2022 07:41:00 PM

Tersangka pencuri tabung gas digelandang ke Kantor Kepolisian Polres Cilacap, tampak pelaku membawa barang bukti berupa tabung gas berukuran 3 kg

 KABAR SATU Nusantara (K1N)

 

 Cilacap-K1N || Polsek Cilacap Tengah Polres Cilacap berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan pemberatan di salah satu rumah warga di jalan Rinjani kecamatan Cilacap tengah pada Minggu, (02/01/2022).

Tersangka berinisial ST (32) warga Kesugihan dan SB (35) warga Cilacap Utara dapat ditangkap setelah melakukan pencurian.
Pelaku melancarkan aksinya di malam hari dengan cara masuk ke dalam rumah milik korban, lalu kemudian merusak atau mencongkel jendela samping rumah dengan menggunakan obeng, selanjutnya pelaku masuk ke ruang dapur dan mengambil 4 buah tabung gas berukuran 3 kg.

Awal mula kejadian diketahui oleh korban, sekira pukul 02.00 wib korban pulang kerumah usai dari pos ronda, ketika hendak istirahat korban mendengar suara berisik di belakang rumah, kemudian korban melihat dari jendela dan mendapati kandang ayam dalam kondisi terbuka.

Selanjutnya korban melihat ada orang yang melintas di sebelah rumah, secara spontan korban (pelapor) berteriak "maling,,maling", teriakan korban ternyata mengundang beberapa warga, hingga datang ke lokasi kejadian. 

Barang bukti berupa obeng dan tiga tabung gas berhasil disita dari pelaku aksi pencurian



Lebih lanjut, Wakapolres Cilacap, Kompol Suryo Wibowo. S.I.K., menjelaskan bahwa, mendengar teriakan korban, dua tersangka memilih kabur, namun salah satu dari pelaku kembali ke lokasi dengan niat mengambil sepeda motor yang tertinggal di lokasi kejadian.

Warga curiga dengan gerak-gerik pelaku, kemudian tersangka dikejar warga setempat untuk selanjutnya pelaku dapat di amankan oleh warga.

"Pasal yang di sangkakan terhadap tersangka yaitu pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama lamanya 7 tahun, diduga dua pelaku  tersebut merupakan residivis, karena indikasinya pelaku pernah melakukan hal atau perbuatan yang sama," ungkapnya.

 

Reporter :Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 1/19/2022 09:18:00 AM

KABAR SATU Nusantara (K1N)



SIDIKALANG-K1N ||  Kapolres Dairi Akbp Wahyudi Rahman, SH, S.I.K, M.M, melalui Kasi Humas Polres Dairi membenarkan tentang adanya penangkapan terhadap pelaku dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) dari KUHPidana, oleh Sat Reskrim Polres Dairi.


Pelaku yang diamankan Sat Reskrim Polres Dairi berinisial SS (28) warga Desa Simungun Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi, ucap Kasie Humas Polres Dairi Iptu Doni Saleh kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).


Yang mana dari kejadian tersebut Pelapor (korban) Oktavia Rosa Netri Sinaga (23) warga Jalan Jamita Sinaga Desa Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun.


Waktu terjadinya Pencurian pada hari Minggu 02 Januari 2022 lalu sekira pukul 03.00 wib, tepatnya di Jalan Klasen No  01 Kelurahan Sidikalang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi.


Kronologis penangkapan setelah menerima laporan/pengaduan dari saksi korban/Pelapor Oktavia Rosa Netri Sinaga, bahwa telah terjadinya pencurian  2 (dua) unit Handphone jenis android milik saksi/korban, yang diambil dari dalam kamar tidur korban di Klinik Santa Martina. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan pencarian informasi, dan dari hasil penyelidikan bahwa pelaku yang telah melakukan pencurian tersebut adalah SS . Dan pada hari Selasa tanggal 18 Januari 2022 sekira pukul 18.00 Wib, Sat Reskrim Polres Dairi lakukan penangkapan terhadap pelaku yang berinisial SS yang saat itu sedang berada di Jalan Sekolah Sidikalang.


Dari pelaku, Sat Reskrim Polres Dairi menyita barang bukti berupa 1(satu) unit Handphone jenis android milik korban. Selanjutnya pelaku SS beserta barang bukti dibawa dan diamankan Sat Reskrim Polres Dairi, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tutup Doni.



Reporter: Wakhidin/AViD

thumbnail

By On 1/14/2022 03:42:00 PM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Magelang–K1N || Mengawali Tahun 2022 Polres Magelang di gemparkan oleh Seorang santriwati salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Magelang Jawa Tengah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh 3 orang pelaku.


Konferensi pers tersebut dilaksanakan di Loby Mapolres Magelang dan dipimpin Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod, didampingi Kasatreskrim Magelang AKP M. Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir.


"Kasus Pemerkosaan terjadi pada Hari Minggu, 2 Januari 2022 sampai dengan Rabu, 5 Januari 2022 di Rumah Tersangka NI di Ds. Wonoroto Kec. Windusari Kab. Magelang, Modus Para Tersangka mengajak Korban untuk bermalam, kemudian mencekoki korban dengan Miras dan Mensetubuhi Korban sambil memberikan ancaman serta mengikat korban dengan tali." kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod, S.H., SIK dalam Konferensi Pers di Polres Magelang, Jumat (14/01/2022).


"3 Tersangka atas nama saudara PA, NI dan Seorang Pelajar berusia 15 tahun yang berlamat di Kabupaten Magelang. Untuk korban seorang Santriwati salah satu Ponpes di Kabupaten Magelang Sdri. ADP yang berusia 19 tahun dengan alamat Kec. Sendang Agung Kab. Lampung Tengah," jelas Kapolres Magelang.


Modus tersangka, kata Mochammad Sajarod, Para Tersangka mengajak Korban untuk bermalam, kemudian mencekoki korban dengan Miras dan Mensetubuhi Korban sambil memberikan ancaman serta mengikat korban dengan tali.


Perbuatan tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan Pada hari Minggu, 2 Januari 2022 sekira pukul 12.00 WIB, Korban dan Tersangka PA janjian bertemu di lampu merah Bandongan, kemudian menuju ke rumah Tersangka NI dan bermalam disana. 


Saat di rumah Tersangka NI tersebut, korban dicekoki Miras oleh para Para Tersangka hingga mabuk, kemudian korban tidur di dalam kamar. 


Pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekira Pkl 12.00 Wib, Tersangka NI masuk ke dalam kamar yang ditempati korban, kemudian Tersangka NI mensetubuhi korban sambil mengancam akan dibunuh jika tidak mau, Masih pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekira pukul 15.00 Wib, Tersangka PA juga mensetubuhi korban sambil mengancam apabila tidak mau akan dipukul, Masih dihari yang sama sekira Pkl 19.30 Wib, Tersangka NR juga mensetubuhi korban sambil mengikat korban dengan tali rafia.


Perbuatan tersebut terus dilakukan oleh para Tersangka sampai dengan tanggal 5 Januari 2022.


Kasus ini terungkap karena Keluarga korban Mengetahui korban pergi dari Ponpes, keluarga korban berusaha mencari Tersangka PA, kemudian keluarga korban meminta tolong perangkat Desa tempat tinggal Tersangka PA, kemudian pada hari Kamis, 6 Januari 2022 warga mengamankan korban serta Tersangka PA dan Tersangka NR, lalu dibawa ke rumah perangkat desa.



Selanjutnya para Tersangka dibawa ke Polres untuk diperiksa lebih lanjut, sedangkan korban dibawa ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan perawatan.


Polres Magelang menyita barang bukti diantaranya Pakaian milik Para Tersangka, Pakaian milik Korban, Satu buah Tikar, Satu utas tali rapia, Botol Miras Merk Vodka Mansion House Kosong, 1 buah gelas, 1 buah Handphone milik Tersangka PA dan 1 buah Handphone milik Korban.


Para Tersangka disangka dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.



Reporter: Casroni

thumbnail

By On 12/20/2021 07:20:00 PM

Lokasi Kejadian, dimana korban memarkirkan kendaraannya, sebelum dicuri oleh pelaku

KABAR SATU Nusantara (K1N)

Cilacap-K1N || Aksi dua pencuri sepeda motor di Cilacap berhasil digagalkan warga, satu diantaranya dapat ditangkap.


Warga Jl. Budi Utomo Rt.06/Rw.14 Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan berhasil menangkap satu orang pelaku pencuri kendaraan, sepeda motor, Sabtu (18/12/2021).


Kejadian bermula ketika Didi Juhaedin, Warga Kecamatan Cipatujah-Tasikmalaya bersama rekannya, Cicip, memarkirkan Sepeda motor Honda CBR 150 CC dengan Nomor Polisi R 3381 AAB, pada Sabtu 18 Desember 2021, sekira pukul 23.00 wib. 


Setelah motor terparkir di halaman, keduanya masuk kedalam tempat Play Station ELITE, untuk bermain PS.


Usai bermain PS keduanya memutuskan untuk pulang, dan keluar dari tempat bermain, pada Minggu 19 Desember 2021, pukul 06.00 wib.


Keduanya menuju tempat dimana motor diparkir sebelumnya, namun belum sampai ke tempat parkir, ada sesorang yang memberitahu bahwa, sepeda motor mereka tidak ada, mendengar informasi tersebut pemilik kendaraan sempat merasa kaget, setelah di cek, ternyata benar, sepeda motor yang awal terparkir di dapati sudah tidak ada. 


Berbekal alat pengintai (CCTV) diketahui, ada salah seorang telah mengambil Sepeda motor milik korban, dengan ciri pelaku memakai jaket jumper warna hitam serta celana pendek warna coklat.


Selang berapa lama, korban (pemilik) mendapat kabar kembali bahwa, Sepeda motor miliknya, sudah ditemukan, berikut satu orang pelaku yang telah mencuri motor korban. 


Laki-laki berinisial RA, warga Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara, berhasil ditangkap dan diamankan warga. Setelah penangkapan, kemudian pelaku diserahkan warga ke pihak Kepolisian, yakni ke Polsek Cilacap Selatan.


Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Cilacap Iptu Gatot Tri Hartanto, S.H, membenarkan adanya penangkapan pelaku pencurian oleh warga. 


"Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Cilacap Selatan, dari hasil penyelidikan bahwa, pelaku pencurian sebenarnya dua orang, namun yang tertangkap baru satu orang, sementara teman pelaku belum tertangkap, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya satu orang pelaku yang sudah ditangkap dalam penanganan untuk menunggu proses hukum lebih lanjut," tandas Kasi Humas. 


Reporter : Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 12/10/2021 03:29:00 PM

 
KABAR SATU Nusantara (K1N)


Banjar-K1N ||Kembali pelaku pencurian dengan kekerasan spesialis sepeda motor berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal di tempat persembunyianya. 


Tersangka RF dan EK berhasil dibekuk oleh Teamsus Satuan Reserse Kepolisian Polres Banjar, di tempat persembunyiannya setelah dikejar beberapa waktu lalu di rumah tinggalnya di daerah Pamarican, pelaku ditangkap tanpa perlawanan. 


"Tersangka RF dan EK dapat melancarkan aksinya dengan memgaku sebagai Satgas Covid 19, dan korban dilempar ke sawah oleh kedua pelaku,"ungkap Kapolres Banjar, AKBP., Ardiyaningsih, S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Reskrim Polres Banjar IPTU Nandang Rokhmana SH, MH. saat kegiatan konferensi pers, Jum'at (10/12). 


Menurut Kapolres, Tersangka RF dan EK berhasil mengambil motor ketika korban sedang melaju dengan sepeda motor beat hitam, diberhentikan oleh kedua pelaku dan pelaku menarik pelaku dari belakang dan melempar korban ke sawah dan kedua pelaku membawa motor korban. 


Selain 1 (satu) unit Kendaraan Sepeda Motor Merk : Honda Beat warna hitam dop tahun 2021 Nopol : Z-3418-YS,  tersangka RF dan EK juga membawa 1 (satu) buah HandPhone Merk OPPO A57. 


Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Banjar, selain melakukan aksinya mengambil motor, Tersangka RF dan EK juga melakukan aksi pencurian kambing diwilayah Pataruman Banjar.


Kapolres, menambahkan saat tersangka RF dan EK akan dijerat Pasal 365 ayat 1 dan 2  KUHPidana dengan ancaman hukuman sembilan  tahun penjara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Reporter : Ade Fadil.

thumbnail

By On 12/09/2021 05:38:00 PM

 
KABAR SATU Nusantara (K1N)


Cilacap-K1N || Seorang oknum guru agama disalah satu Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Cilacap, melakukan perbuatan cabul terhadap muridnya .


Menurut Kapolres Cilacap, AKBP Eko Widiantoro melalui Kasat Reskrim AKP Riefeld Constantin Baba", bahwa perbuatan pelaku  dilakukan masih dalam lingkungan sekolah, karena dilakukan didalam kelas dimana sebagai tempat belajar mengajar dan yang lebih parah lagi ternyata korban pencabulan tidak hanya 1 siswi saja, melainkan ada 15 siswi yang masih kelas 4 SD", Pungkas Kasat Reskrim, Kamis (09/12/2021) dalam Konferensi Pers.


Perbuatan cabul ini dilakukan oleh pelaku  MAYH pada saat jam istirahat belajar mengajar. dimana saat istirahat pelaku ini tidak keluar kelas melainkan mengajak ngobrol siswi yang ada dikelas serta dengan bujuk rayu dan iming-iming akan diberi nilai besar dalam pelajaran agama. Pelaku ini lalu memeluk  dan meremas-remas payudara juga meraba raba kemaluan para siswi untuk menyalurkan hasrat  birahinya.


Berdasarkan pengakuan salah satu murid dari

kejadian diatas,  lalu salah satu orang tua siswi yang jadi korban melaporkan ke Polres Cilacap, dan ditangani oleh Unit PPA Polres Cilacap, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan juga korban, lalu pelaku MAYH ditangkap untuk selanjutnya di proses oleh unit PPA Polres Cilacap. 



Dalam pemeriksaan oleh penyidik, pelaku mengaku melakukan perbuatan cabul tersebut  karena untuk menyalurkan hasrat birahinya, sedangkan pelaku sendiri sebenarnya masih  memiliki istri dan juga anak. 


Atas perbuatan bejadnya, pelaku MAYH  dikenai sanksi pidana yaitu, melakukan perbuatan cabul terhadap seorang anak dibawah umur" , sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat 2 UU RI nomer 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu nomor 16 tahuh 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak  menjadi UU dengan pidana penjara paling lama 15 tahun penjara.


Reporter :Egy Wardoyo/Hms

thumbnail

By On 12/08/2021 03:11:00 PM

 
KABAR SATU Nusantara (K1N)

Banjarnegara-K1N ||Satreskrim Polres Banjarnegara mengungkap kasus pencabulan yang dilakulan seorang ayah berinisial SK (47) kepada anak tirinya yang terjadi di Banjarnegara.


Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto, SH, SIK, MH, M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Donna Briadi, SIK mengungkapkan, pencabulan yang dilakukan tersangka SK (47) kepada anaknya tirinya IW (13) dilakukan sejak bulan Juni 2020 hingga bulan Juli 2021.


Kejadian pertama kali, kata dia, pada saat korban sedang tiduran sambil nonton TV, kemudian tiba-tiba tersangka datang dari belakang korban dan langsung memeluk tubuh korban dari belakang.


"Badan korban ditelentangkan oleh pelaku dan tubuh korban langsung ditindih oleh pelaku kemudian pelaku berkata kepada korban dengan mata melotot sambil berkata “ Aja Ngomong Karo Mamakee!!” atau “Jangan Bilang Sama Ibu!!," tuturnya," katanya, Selasa (7/12/2021) di Mapolres Banjarnegara.


Sambung dia, saat itu korban tidak berani berkata apa-apa, ia hanya berusaha menyingkirkan tubuh pelaku akan tetapi karena pelaku badannya besar dan lebih kuat dari korban sehingga pelaku masih tetap berada di atas tubuh korban dan korban merasa takut sama pelaku.


"Kemudian pelaku melakukan perbuatan cabul," tuturnya.


Setelah kejadian pertama, korban tidak berani cerita pada ibunya, ia hanya berani cerita sama saudara yang usianya sebaya dengannya.


"Tersangka melakukan pencabulan kepada korban sebanyak empat kali di depan TV dan Kamar," ujarnya.


Kemudian pada bulan Agustus, lanjut Kasat Reskrim, Ibu korban meninggal dunia dan korban berani cerita kepada saudaranya, lalu pada hari Kamis tanggal 21 Oktober 2021 keluarga koban melaporkan kejadian tersebut ke Polisi.


"Masih dihari yang sama sekitar pukul 15.00 WIB Unit IV PPA Polres Banjarnegara melakukan penyelidikan lebih lanjut dan dapat mengamankan tersangka dan barang bukti ke Polres Banjarnegara untuk proses Penyidikan lebih lanjut," katanya.


Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal persetubuhan dan atau Perbuatan Cabul Terhadap Anak Dibawah Umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (2) Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU No 17 Tahun 2017 tentang Penetapan Perpu No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak 


"Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling banyak 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," ujarnya.


Adapun Kasus tindak pidana khusus yang berhubungan dengan tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak di Banjarnegara, hingga November 2021, terdapat 18 kasus yang dilaporkan ke Polisi dan kebanyakan korban dan pelaku orang dekat dan saling mengenal.


"Kasus setubuh 10 kasus, Cabul 6 kasus, prostitusi 1 dan Zina 1 kasus, korban anak dibawah umur sebanyak 14 orang," Ungkap Kasat Reskrim.


Sedangkan tahun 2020 terdapat 29 kasus yang dilaporkan, meliputi, setubuh 17 kasus, cabul 9, KDRT 2, Prostitusi 1 kasus.


"Korban anak dibawah umur sebanyak 25 anak," ujarnya.


Kasat Reskrim menghimbau, agar masyarakat  selalu mengawasi anak-anaknya, jangan sampai jadi korban kejahatan seksual.


"Jika terjadi tindak kejahatan, segera lapor, kami siap menerima dan menangani laporan masyarakat," tandasnya.

Reporter :Egy Wardoyo

thumbnail

By On 11/30/2021 07:31:00 PM

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy dampingi Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dalam ungkap kasus penipuan gendam


Semarang-K1N || Pelaku penipuan dengan modus gendam berhasil di ungkap jajaran Ditreskrimum Polda Jateng.


Dalam aksinya tersangka pelaku sudah beroperasi di 4 (empat) provinsi yakni Bandung, Medan, Surabaya dan Semarang, Dari aksi yang dilakukan tersangka kerugian ditafsir mencapai Rp. 3 Miliar. Atas ungkap kasus  tersebut, Ditreskrimum Polda Jateng mengadakan Jumpa Pers. 


Dalam Konferensi Pers yang digelar di loby Ditreskrimum Polda Jateng, Selasa (30/11/2021) dihadiri Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, didampingi Kabidhumas Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy dan Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng.


Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol. M. Iqbal Alqudusy dalam Konferensi Persnya menyampaikan bahwa, kasus ini sangat menarik dan menjadi perhatian publik, pasalnya pada kasus modus gendam seorang Polwan turut dan ikut dalam penangkapan para tersangka," ucap Kabidhumas. 


Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menjelaskan, Kasus Penipuan Gendam bermula ketika tanggal 2 November 2021 sekira pukul 07.00 wib di Pasar Gang Baru Kota Semarang, Tersangka berinisial (AT) beraksi dengan modus menanyakan obat herbal kepada korban Harjati, kemudian (AT) mengarahkan korban agar mengantarkan membeli obat herbal tersebut dan modus ini sudah direncanakan sebelumnya oleh tersangka," ungkap Djuhandhani. 


Di tengah jalan kemudian, yakni di sekitaran jalan Wotgandul, korban dan tersangka bertemu Pelaku lain yaitu (TDF) yang mengaku sebagai cucu tabib dan bisa membantu mengatasi masalah korban, (TDF) lalu mengatakan kalau Korban telah menginjak darah milik perempuan yang telah meinggal karena kecelakaan, sehingga korban mempercayai dan merasa ketakutan," jelas Dirreskrimum. 


Kemudian Pelaku (TDF) menelepon (NS) yang juga mengaku sebagai tabib, ia mengatakan bahwa bisa membantu permasalahan yang menimpa terhadap korban, setelah itu korban Bersama pelaku (AT) dan (DY) mendatangi rumah korban. 


Di rumah korban para pelaku melancarkan aksinya dengan mengambil dan meminta korban untuk menyerahkan Emas beserta uang tunai kepada pelaku (AT), kemudian pelaku lain yaitu (TDF) menukar bungkusan milik korban dengan bungkusan yang telah disiapkan oleh pelaku yaitu 2 botol air mineral, 3 (tiga bungkus) garam, dan 1 buah tisu. Setelah berhasil melakukan aksi para pelaku kemudian pergi ke Jakarta.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro saat memberi keterangan Pers di hadapan Awak Media

Salah satu tersangka penipuan modus gendam saat di mintai keterangan


Penipuan yang menimpa Harjati terjadi pada hari Selasa 2 November 2021 sekira pukul 07.00 wib di Pasar Gang Baru dan rumah korban yakni di Jalan Taman Ungaran I/126 B. Rt. 6/Rw.1 Kelurahan Wonotinggil, Kecamatan Candisari, Semarang Kota. Dari 6 orang tersangka telah berhasi di tangkap jajaran Ditreskrimum Polda Jateng, diantaranya NN, AT, DY, PS, TDF dan LSN. 


Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp. 110.000.000, Dollar 25 (dua puluh lima) lembar, Emas dengan berbagai ukuran sedangkan di TKP Semarang di Jalan Taman Ungaran didapati kerugian kurang lebih Rp. 500.000.000


"Selain TKP diatas tersangka juga telah melakukan aksi yang serupa di 4 (empat) provinsi yaitu Medan, Surabaya, Bandung dan Semarang sebanyak 2 kali dengan 5 TKP di 4 provinsi," terangnya.


Kerugian ditaksir mencapai Rp. 3 Milyar. dari ke-6 (enam) tersangka berhasil di tangkap di 3 (tiga) kota yang berbeda yaitu Jakarta, Pemalang dan Batam.


Atas tindak pidana yang dilakukan, para tersangka, pelaku diancam Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun penjara," 

tandasnya.


Reporter : Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 11/24/2021 07:46:00 AM

KABAR SATU Nusantara(K1N)



Musi Rawas-K1N ||

Konferensi pers Polres Musi Rawas dalam perkara curat yang dilakukan satu keluarga asal warga Kelurahan Sumber Harta, Selasa (23/11/21).


Konferensi pers, dipimpin langsung, Kapolres Mura AKBP Efrannedy, didampingi Wakapolres Kompol Ali Sadikin dan Kasat Reskrim AKP Dedi Rahmat Hidayat.


Di jelaskan, Kapolres Musi Rawas,AKBP.Efrannedy.pada hari ini, sengaja menggelar konferensi pers perkara curat selama Oktober dan Nopember, yang paling menjadi sorotan para pelakunya merupakan sekeluarga, suami, beserta istri pertama istri  kedua ikut serta anaknya”ungkapnya.


Di jelaskan,Kapolres Musi Rawas, dimana para pelaku ini menjalankan aksinya di Desa Srimulyo Kecamatan STL Terawas tepatnya, di warung milik SI (39 th).


Berhasil disita “Barang Bukti (BB) yang disita dari pelaku, diantaranya, dua pack rokok, tiga bal roti gabing, satu dus mie instan, dua android merk Vivo, dua buah tabung gas 3 kg, uang sebanyak Rp 4 juta. Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sebesar Rp 8 juta,” jelas AKBP Efran.


Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, selain itu, Tim Landak Reskrim Polres Mura, menangkap' tersangka OF (39th)bersama istri pertama dan istri kedua serta anaknya.


Kronologi kejadian, untuk tersangka, LS (39) istri pertama, berperan sebagai pengalih perhatian korban, dan AS (25) istri kedua menerima hasil kejahatan serta, DA (19) anak istri pertama, juga sebagai esekutor bersama dengan OF.


Sementara itu, Kasar Reskrim, AKP Dedi Rahmat Hidayat mengatakan bahwa, modus para pelaku sekeluarga curat diketahui setelah dilakukan introgasi, bahwa istri pertama, LS membawa anak mengajak berbincang dengan korban. Kemudian, suaminya, OF serta anaknya, DA, sebagai esekutor melakukan pencurian, sedangkan, AS istri kedua, mengetahui kejahatan dan turut menikmati hasil pencurian, namun tetap akan dilakukan pendalaman lebih lanjut


“LS berperan sebagai pengalihan aksi sekaligus mengambar lokasi yang akan dijadikan target pencurian,” ujar AKP Dedi.


AKP Dedi menjelaskan, untuk lokasi yang mereka lakukan aksi pencurian yakni lintas kecamatan, diantaranya, STL Ulu Terawas, Tugumulyo dan Megang Sakti.


“Maka dari itu, menghimbau kepada masyarakat, yang merasa menjadi korban curat, kiranya untuk melapor ke Polres Mura, untuk dilakukan penyelidikan,” tandasnya.


Sementara, dari pengakuan LS istri pertama OF, mengakui bahwa dirinya ikut terlibat dalam perkara curat dan ikut menikmati hasilnya. Dirinya juga mengatakan, bahwa hampir kurang lebih delapan tahun membina keluarga bersama OF.


“Ya pak, aku tahu dan terlibat, nafkah diberikan suami aku, dari mencuri dan hampir delapan tahun menikah dengan dio, tapi tinggal serumah dengan AS baru satu tahun ini,” katanya

thumbnail

By On 11/16/2021 07:29:00 PM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Tegal-K1N || Dalam kurun waktu satu minggu, Polres Tegal Kota berhasil mengungkap tiga kasus tindak pidana kriminal sekaligus diantaranya yang menonjol adalah kasus pencabulan anak  di bawah umur.


Pelaku adalah MJ warga Kelurahan Tunon Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal.


Pelaku tega mencabuli S yang merupakan anak kandungnya sendiri yang baru berusia 10 tahun.


Kapolres Tegal Kota, AKBP Rahmad Hidayat mengungkapkan, bahwa berdasarkan kesaksian dari ibu kandung korban, korban mengaku sakit pada bagian kemaluan. Kemudian sang ibu membawa korban ke rumah sakit untuk di lakukan visum.


"Saat dibawa ke rumah sakit, ditemukan bukti bahwa sang anak merupakan korban pencabulan. Ditambah lagi ditemukan bukti berupa luka robek di kemaluannya.


Menindaklanjuti keadaan tersebut, sang ibu melaporkan ke Polres Tegal Kota. 


Berdasarkan hasil penyelidikan dari Satreskrim Polres Tegal Kota di dapatkan informasi mengenai ciri-ciri pelaku dan tempat tinggal pelaku, selanjutnya pada hari Selasa (9/11/2021) dilakukan penangkapan terhadap pelaku beserta barang buktinya, selanjutnya pelaku dan barang bukti di bawa ke Polres Tegal Kota untuk di lakukan proses hukum lebih lanjut.


Barang bukti yang berhasil diamankan sweater berwarna merah bergambar mickey mouse, rok panjang berwarna hitam, celana dalam berwarna hijau bergambar kupu-kupu, baju bermotif batik daun berwarna hijau dan cream bermerk batik halus UNA yang di gunakan pelaku untuk mengelap spermanya saat keluar.


“Pengakuan dari pelaku pencabulan di lakukan sebanyak 5 kali. Aksi bejatnya di lakukan lantaran kebanyakan nonton film porno," jelas Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat saat menggelar press conference di halaman Mako Polres Tegal Kota, Senin (15/11/2021)


“Melalui hasil pemeriksaan pelaku, modus pelaku lantaran pelaku merasa tidak puas berhubungan intim dengan istrinya di karenakan saat berhubungan dengan istrinya tidak melakukan pemanasan (foreplay)," jelas Kapolres.


Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman Pasal 81 Ayat (3) Jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 Ayat (2) Jo Pasal 76E Undang-undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (HS)


Reporter : Imam Syafii

thumbnail

By On 11/16/2021 06:34:00 PM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Tasikmalaya-K1N || Dua orang Perangkat Desa, diwilayah kecamatan Parung Ponteng akibat dari emosi kedua orang perangkat desa Parung Ponteng yang tak bisa dielakkan maka "HN"  berahir dengan bersimbah darah akibat dari Luka 32 jahitan dibagian leher sebelah kirinya, kemudian HN pun dilarikan ke Puskesmas Parungponteng.


Menurut Kapolsek Parung Ponteng IPDA Yadin Aryadin yang dihubungi Via  WA, Beliau Menjelaskan bahwa, kejadiannya pada hari senin pagi Sekitar jam O9 wib, di ruangan Aula kantor Desa Parungponteng,           Mereka berdua adalah rekan satu pekerjaan yang bekerja sebagai perangkat di Desa Parungponteng, Akibat dari perselisihan adu mulut, serta akibat emosi keduanya tidak terkontrol kemudian HN melampiaskan emosinya dengan menendang meja, otomatis DK pun tersulut emosinya, maka dengan reflek gelas yang masih berisi Kopi dimejanya DK di hantamkan ke bagian leher sebelah kirinya HN.


Selang beberapa menit setelah kejadian dan ada laporan maka dengan Sigap Kapolsek Parung Ponteng lpda Yadin Aryadin bersama anggota langsung menuju ke TKP, dan setelah tiba dilokasi kemudian membawa korban ke Puskemas dan Mengamankan pelaku serta Barang bukti yang ada, berupa baju korban dan kursi yang masih menempel bercak darah serta pecahan gelas yang masih berserakan di lantai, Aula Gedung Desa Parung Ponteng.


Akibat dari kasus tersebut kini tengah di dalami oleh Jajaran Unit Reskrim Polsek Parung Ponteng, Dan kejadian  ini telah kami laporkan serta mengamankan pelaku ke Polres  Tasikmalaya untuk menjaga hal hal yang tidak diharapkan," terang Kapolsek Parungponteng IPDA Yadin Aryadin ketika dikonfirmasi oleh Pers Media Pokja Polres Tasikmalaya.


Reporter : Ade Fadil.

thumbnail

By On 11/05/2021 10:07:00 PM

Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak dalam Jumpa Pers di teras Lobby Polresta Surakarta

 

 KABAR SATU Nusantara (K1N)

 Solo - K1N || Dua tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Mahasiswa UNS akhirnya dijemput paksa.

Penjemputan paksa kedua tersangka dikemukakan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak dalam Jumpa Pers di teras Lobby Polresta Surakarta, Jumat (05/11/2021).

Penyidik Polresta Surakarta telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap mahasiswa UNS, Gilang Endi Saputra (21) hingga tewas.

Kedua tersangka berinisial NFM (22) dan FPJ (22) bertindak sebagai panitia Diklatsar Menwa, dijemput paksa oleh petugas di wilayah Jebres, Solo, Jumat (05/11/2021) sekira pukul 14.10 wib.

Penangkapan kedua tersangka, guna menjalani pemeriksaan, apakah nantinya akan dilanjutkan dengan penahanan dan kita menunggu perkembangan setelah keduanya menjalani pemeriksaan dalam status sebagai tersangka," kata Kapolresta.

Dipastikan, lanjut Kapolresta, penyebab kematian korban akibat tindak kekerasan berupa pemukulan dengan tangan kosong maupun menggunakan benda tumpul.

Kapolresta menyebutkan bahwa, lokasi penganiayaan dilakukan dalam waktu dan tempat yang berbeda.

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho


Kedua tersangka merupakan panitia pelaksana Diklatsar Menwa, yang telah berperan melakukan pembinaan secara berlebihan.

Hal tersebut dibenarkan Dir Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro yang melakukan asistensi dalam kasus tersebut.

"Penetapan kedua tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup yakni keterangan saksi, surat maupun keterangan ahli," ucap Dir Reskrimum.

Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho yang turut dalam jumpa pers menegaskan bahwa, mendukung Polresta Surakarta dalam mengusut kasus ini. Meski demikian, pihak UNS akan melakukan pendampingan secara hukum terhadap dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan Tim pendampingan hukum tersebut sudah dibentuk yang berjumlah tujuh orang anggota," jelas Jamal Wiwoho, menutup keterangannya.

 

Reporter : Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 11/03/2021 10:46:00 PM

Press Release Oprasi Sikat Jaran Candi 2021 digelar Polda Jateng bersama Exwil Banyumas secara Zoom Metting

 

KABAR SATU Nusantara (K1N)

Cilacap - K1N || Operasi Sikat Jaran Candi 2021 digelar serentak di Jawa Tengah. Kegiatan di mulai dari tanggal 11 Oktober hingga 30 Oktober 2021.

Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro, S.I.K., M.H. mengikuti kegiatan Press Release Penggelaran Hasil Operasi Sikat Jaran Candi 2021 Polda Jateng bersama Exwil Banyumas Secara Zoom Metting di Halaman Belakang Polresta Banyumas, Selasa (02/11/2021).

Kegiatan Operasi Sikat Jaran Candi 2021 digelar serentak di Jawa tengah di mulai dari tanggal 11 Oktober hingga 30 Oktober 2021, Untuk Modus Operasi dari para pelaku tindak kejahatan masih bersifat Konvensional, terlihat dari barang bukti yang masih menggunakan kunci T.

Selama kegiatan Operasi Sikat Jaran Candi 2021 dalam waktu 19 hari Polres Cilacap berhasil mengungkap 8 (delapan) kasus tindak pidana dengan jumlah Pelaku sebanyak 13 orang. barang bukti kejahatan berbagai merk sepeda motor, HP dan kunci T berhasil disita untuk diamankan.

Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro bersama Kasat Reskrim Polres Cilacap AKP Rifeld Constantine Baba dalam Press Release yang digelar

Para pelaku dari berbagai modus kejahatan berhasil diamankan


Total pelaku tersangka dari Exwil banyumas berjumlah 43 Orang dengan barang bukti kendaraan roda 2 berjumlah 39, serta barang bukti berupa mobil berjumlah 3 unit. Para pelaku kejahatan dalam melakukan aksinya menggunakan Kunci T dan linggis.

Tindak Pidana Pidana Terjadi karena adanya niat dan kesepakatan, Seperti Kendaraan Sepada Motor yang tidak memakai kunci yang pasti mempermudah pelaku untuk melakukan tindak kejahatan.

Dari keseluruhan barang bukti nantinya akan di kembalikan kepada pemilik masing masing, dengan jaminan korban membawa dan menunjukkan surat kendaraan bermotor seperti halnya STNK dan BPKB, himbauan untuk masyarakat yaitu bagaimana cara bisa mencegah adanya niat dan kesempatan bagi pelaku tindak kejahatan agar tidak bisa mendapat ruang kesempatan dalam melancarkan aksi kejahatan.

 

Reporter : Tunjang.D/Hms

thumbnail

By On 11/02/2021 09:51:00 PM

KABAR SATU Nusantara (K1N)
 

 

Banjarnegara - K1N || Polres Banjarnegara berhasil menangkap 8 pelaku pencurian dengan modus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) dan Pencurian dengan Kekerasan (Curas) selama Operasi Sikat Jaran Candi 2021.

Para tersangka yakni HL (35) Warga Desa Prigi Kecamatan Sigaluh, SN (55) Desa Adipasir Rakit, DN (31) Wanadri Bawang, ST (21) Pawedan Karangkobar, DYS (26) Bandingan Bawang, GN (35) Desa Gumingsir Wanadadi, SI (33) Linggasari Wanadadi dan WO (36) Warga Desa Gelang Rakit.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto, SH, SIK, MH, M.Si mengatakan, Dalam Operasi selama 20 Hari, sejak tanggal 11 sampai dengan 30 Oktober 2021 Polres Banjarnegara berhasil mengungkap 8 kasus, yang terdiri dari 7 kasus curat dan 1 kasus curas yang terjadi di delapan TKP di Wilayah Banjarnegara.

"Dari para tersangka diamankan barang bukti 6 Unit Sepeda Motor, 2 Unit Mobil, Laptop, Camera dan HP, " katanya saat Press Release Barang Bukti Operasi Sikat Candi 2021 Polda Jateng Ekswil Banyumas di Polresta Banyumas, Selasa (2/11/2011).

Ia menjelaskan, sasaran Operasi Sikat Candi 2021 yaitu mengungkap pelaku kejahatan, jaringan, sindikat residivis dan penadah hasil tindak pidana dengan modus Pencurian dengan Pemberatan atau Curat dan Pencurian dengan Kekerasan atau Curas.

Dalam Press Release Kapolres Banjarnegara, dan Barang Bukti Hasil Pencurian



"Tujuan adanya Operasi Sikat Candi 2021 yakni  menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Wilayah hukum Polres Banjarnegara," ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Donna Briadi, SIK mengatakan, modus para tarsangka ini bermacam-macam, salah satunya pemalsuan kunci, dimana tersangka meminjam motor temannya, kemudian menduplikat kunci, lalu dikembalikan motornya, disaat korbannya lengah motornya diambil.

"Para tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 (tujuh) tahun penjara dan satu tersangka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 (sembilan) tahun penjara, Adapun barang bukti hasil pencurian secara simbolis kami berikan kembali kepada korban," tuturnya.

Selain Polres Banjarnegara, Polres Banyumas juga menangkap 13 tersangka curanmor, Polres Cilacap11 tersangka, Polres Purbalingga 8 tersangka.

Reporter : Egy Wardoyo/Hms

thumbnail

By On 11/02/2021 02:52:00 PM

KABAR SATU Nusantara (KIN)


Boyolali-K1N ||Sekelompok Teroris bersenjata lengkap secara tiba tiba menyandera Bupati Kabupaten Boyolali M Said Hidayat. Terdengar benerapa kali suara tembakan didalam gedung, tak pelak suasana kantor Bupati Kabupaten Boyolali yang berada di komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali tersebut mencekam. Selasa (02/11/21).


Mendapatkan informasi dari sejumlah satuan intelijen yang berada di wilayah Kodim 0724/Boyolali, dengan segera sejumlah tim pembebasan tawanan disiapkan dari Yonif Raiders Mekanik 411/Pandawa untuk bergerak cepat ke lokasi TKP. 

Tak berselang lama Tim pembebasan tawanan dengan cepat menyerbu masuk ke dalam Kantor Bupati Boyolali secara pendadakan, dan berhasil membebaskan tawanan yang di sandera oleh kelompok teroris. Beberapa  tembakan kembali terdengar dari dalam gedung, tak lama kemudian terlihat pasukan TNI AD membawa Bupati Kabupaten Boyolali keluar dari gedung dengan keadaan selamat.


Adegan tersebut terekam dalam skenario simulasi latihan puncak pemeliharaan kemampuan Raider yang diselenggarakan Yonif Raiders Mekanik  411/Pandawa selama satu minggu di wilayah Kabupaten Boyolali.  .

Ditinjau oleh Pangdivif 2 Kostrad, Panglima Divisi Infanteri II Kostrad Mayjen TNI Andi Muhamad, SH mengatakan kedatangannya adalah untuk meninjau langsung latihan yang digelar Yonif Raiders 411/Pandawa dalam rangka mengaplikasikan operasi khusus. Operasi khusus ini ada 5 jenis diantaranya; Raid Penghancuran, sedangkan tadi yang diskenariokan adalah Operasi Pembebasan Tawanan dimana seolah-olah  Bupati menjadi tawanan dan dibebaskan oleh pasukan raid.




“Kegiatan ini dilatihkan di segala bentuk medan dan cuaca apapun dalam menghadapi perkembangan situasi nasional maupun regional.“, tutur Bupati Boyolali M. Said Hidayat saat berada dilokasi..

Lebih lanjut beliau merasa senang serta mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Panglima Divisi Infanteri II Kostrad  “Kabupaten Boyolali mendukung sepenuhnya dalam memberikan tempat serta ruang untuk TNI berlatih di wilayah Boyolali, Hendaknya latihan seperti ini dapat memberikan kekuatan bagi TNI dan kesiapsiagaan TNI dalam berbagai ancaman yang mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Boyolali.


Dandim Boyolali, Letkol Arm Ronald Siwabessy, M.A juga menambahkan dalam wawancaranya bahwa Kodim 0724/Boyolali bersama Brigif Mekanis Raider 6 Divif II Kostrad dan juga instansi vertikal/horisontal lainnya tentu akan selalu siap bersama stakeholder terkait dalam menciptakan Kab Boyolali yang aman dan damai.

"Kesiapsiagaan dan semangat kegotongroyongan Forkopimda bersama masyarakat untuk antisipasi gangguan keamanan dan lain sebagainya, termasuk dalam menghadapi Pandemi Covid 19 saat ini harus terus dipupuk dan disinergikan. "Selain itu, seluruh instansi harus tetap menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan untuk negeri ini, karena hal tsb merupakan modal dasar tumbuh kembangnya perekonomian dan pembangunan yang berkelanjutan", jelas Pamen TNI AD kelahiran Ambon yang juga pencinta lagu lagu Jawa ini menutup wawancara singkatnya.


Reporter : Darto/Agus K

thumbnail

By On 10/31/2021 07:55:00 PM

KABAR SATU Nusantara (K1N)


Tasikmalaya-K1N || Polri yang cepat tanggap dan proaktif dalam memberikan pelayanan prima guna menciptakan Kamtibmas. Hal tersebut dilakukan Patroli Polsek Ciawi Polres Tasikmalaya Kota ketika mendapatkan laporan masyarakat langsung merespon cepat dan berhasil mengamankan satu pelaku pembobol ATM (Anjungan Tunai Mandiri) BNI Alfamart Desa Pakemitan Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (30/10/21). 


Kapolsek Ciawi Polres Tasikmalaya Kota Kompol Setiyana, SH. membenarkan bahwa di Wilayahnya telah terjadi pembobolan mesin ATM. "Benar, telah terjadi pencurian pemberatan dengan  membobol ATM milik BNI di Alfamart Pakemitan Ciawi," ungkapnya. 


Diketahui aksi pembobolan ATM tersebut diawali laporan warga ke Polisi karena  melihat adanya kejanggalan di ATM BNI tersebut, "Petugas Patroli Polsek Ciawi segera merespon laporan masyarakat ke TKP dan mengejar para pelaku kemudian berhasil mengamankan 1 pelaku sementara pelaku lainnya berhasil melarikan diri," tuturnya. 


Sementara itu Kapolsek Ciawi menambahkan bahwa proses penyelidikan kasus pembobolan ATM BNI ini selanjutnya ditangani Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, "Untuk kerugian masih menunggu konfirmasi dari pihak Bank, sedangkan penyelidikan lebih lanjut kasus ini ditangani Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota." pungkasnya. 


Reporter : Ade Fadil.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *