kabarsatunusantara.com – Musim liburan akhir tahun akhirnya tiba. Suasana di bandara dan stasiun kereta api mulai terlihat padat sejak pertengahan Desember ini. Namun, ada pergeseran tren yang cukup menarik pada perilaku wisatawan Indonesia di penghujung tahun 2025.
Jika tahun-tahun sebelumnya destinasi populer seperti Bali dan Yogyakarta selalu macet total, kini wisatawan mulai mencari alternatif lain. Mereka cenderung menghindari keramaian dan mencari ketenangan.
Berburu Lokasi “Hidden Gem”
Istilah hidden gem atau permata tersembunyi semakin populer di media sosial. Wisatawan kini lebih tertarik mengunjungi desa wisata yang asri atau pantai terpencil yang belum banyak terjamah.
Alasannya cukup sederhana. Wisatawan ingin “healing” yang sesungguhnya. Mereka merasa lelah dengan hiruk-pikuk perkotaan dan kemacetan yang parah.
Oleh karena itu, destinasi alam di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, dan desa-desa di Jawa Tengah mengalami lonjakan pengunjung. Pengalaman autentik dan interaksi dengan warga lokal menjadi nilai jual utama tempat-tempat ini.
Link Website : slot bet 200
Tren “Slow Travel” Meningkat
Selain lokasi, gaya berlibur juga berubah. Konsep slow travel kini mulai digandrungi oleh generasi Milenial dan Gen Z.
Mereka tidak lagi mengejar target mengunjungi banyak tempat dalam satu hari. Sebaliknya, mereka lebih suka menghabiskan waktu berhari-hari di satu lokasi saja. Tujuannya adalah untuk benar-benar menikmati suasana dan budaya setempat tanpa terburu-buru.
Hal ini tentu berdampak positif bagi ekonomi lokal. Wisatawan jadi lebih banyak membelanjakan uang mereka di warung makan dan penginapan milik warga sekitar.
Antisipasi Cuaca Buruk
Meskipun antusiasme tinggi, faktor cuaca tetap harus diwaspadai. BMKG telah memprediksi curah hujan tinggi akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia hingga Januari 2026.
Wisatawan di imbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca sebelum berangkat. Rencana perjalanan harus di buat fleksibel. Jika cuaca tidak bersahabat, sebaiknya tunda aktivitas di luar ruangan demi keselamatan.
Selain itu, asuransi perjalanan kini menjadi hal yang wajib di miliki. Kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi diri saat liburan akhir tahun terlihat meningkat drastis di bandingkan tahun lalu.
Pergeseran tren wisata tahun ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin dewasa dalam berlibur. Kualitas pengalaman lebih diutamakan daripada sekadar foto di tempat populer.
Bagi Anda yang belum memiliki rencana, masih ada waktu untuk mencari destinasi unik. Pilihlah tempat yang tenang agar Anda bisa menyambut tahun baru dengan pikiran yang lebih segar.
